Radarlamongan.co - Fenomena Post Raya Syndrome atau sering disebut juga Post Raya Depression ramai diperbincangkan banyak kalangan pengguna media sosial Tiktok usai perayaan Lebaran tahun ini.
Banyak orang merasakan libur lebaran tahun ini berlalu begitu cepat membuat perasaan post raya syndrome muncul pada diri seseorang.
Istilah ini banyak diperbincangkan oleh pengguna tiktok terutama dari kalangan Gen Z. Ungkapan perasaan ini biasanya dirasakan karena beberapa hal, diantaranya adalah:
1. Perubahan suasana secara tiba-tiba.
Setelah semaraknya bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri, kembali ke rutinitas sehari-hari bisa terasa sepi dan membosankan.
2. Rasa lelah fisik dan emosional.
Aktivitas selama lebaran seperti mudik, bersilaturahmi, dan mengurus acara keluarga bisa sangat menguras energi.
3. Perpisahan dengan keluarga.
Setelah berkumpul dengan keluarga besar saat lebaran, rasa sedih bisa muncul ketika harus kembali berpisah.
4. Tekanan finansial.
Pengeluaran besar saat Ramadan dan Idulfitri bisa menimbulkan stres setelahnya.
5. Ekspektasi yang tidak terpenuhi.
Kadang, suasana lebaran tidak sesuai harapan tidak semeriah dulu, ada konflik keluarga, atau merasa kesepian.
Walau terkesan sepele, banyak yang beranggapan bawa ini merupakan perasaan yang wajar.
Tapi, jika perasaan ini muncul berlarut-larut hingga mengganggu aktivitas harian, sebaiknya harus dibicarakan dengan orang yang dipercaya atau konsultasi ke profesional. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta