SAMBENG, RADARLAMONGAN.CO — Masih segar dalam ingatan atas kejadian tenggelamnya bocah 13 tahun di Sungai Bengawan Solo pada Selasa (3/2) dan ditemukan meninggal dunia sehari kemudian, Rabu (4/2) kemarin, peristiwa serupa kembali terjadi di Kabupaten Lamongan.
Kali ini, kejadian nahas menimpa seorang anak berinisial FN (10) dilaporkan terseret arus Sungai Lamong di Dusun Kedungcalok, Desa Kreterangon, Kecamatan Sambeng, Kamis (5/2) siang.
Peristiwa bermula saat korban bermain di sekitar sungai bersama teman-temannya. Nahas, FN terpeleset dan jatuh ke aliran sungai yang saat itu berarus cukup deras.
Dua warga setempat, WIN dan MAR, mengaku mendengar teriakan minta tolong dari lima bocah yang berada di lokasi kejadian. Mereka kemudian segera mendatangi lokasi dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sambeng.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, mengatakan saat saksi tiba di lokasi, korban sudah tidak terlihat di permukaan air. Petugas hanya menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban.
“Saksi hanya menemukan baju warna kuning, celana pendek warna abu-abu, dan sandal yang diduga milik korban,” jelasnya.
Menurut Hamzaid, korban diduga hanyut terbawa arus sungai. Hingga saat ini, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari Polres Lamongan dan BPBD Lamongan dengan menyisir sepanjang aliran sungai di sekitar lokasi kejadian.
“Upaya pencarian masih kami lakukan bersama BPBD dan unsur terkait dengan menyisir titik-titik yang memungkinkan korban terbawa arus,” imbuhnya.
Polisi kembali mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, agar kejadian serupa tidak terus berulang. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta