SUGIO, RADARLAMONGAN.CO – Cuaca cerah Selasa (3/2) siang tak mampu menghapus suasana duka yang menyelimuti Desa/Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.
Sejak pagi hari, puluhan warga dan keluarga telah berkumpul di rumah duka, menanti kedatangan jenazah Praka Mar (Anm) Dicky Yogha Priambada, prajurit TNI AL yang gugur akibat tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat.
Sekitar pukul 14.20 WIB, ambulans Korps Marinir TNI AL memasuki halaman rumah duka. Isak tangis pun pecah, terutama dari sang istri yang baru tiga bulan membina rumah tangga bersama almarhum.
Tangisan itu seolah mewakili duka mendalam keluarga dan warga Sugio yang kehilangan salah satu sosok pemuda kebanggaan desa.
Sebelum dimakamkan, jenazah Praka Dicky telah dishalatkan di Jakarta. Dari rumah duka, jenazah kemudian dibawa ke Makam Islam Dusun Sugio untuk dimakamkan secara militer, diiringi penghormatan terakhir dari rekan-rekan TNI AL dan doa keluarga.
Kakak sepupu korban, Hadi Susanto, menuturkan bahwa kabar hilangnya Praka Dicky pertama kali diterima oleh sang istri dari pihak kesatuan. Saat itu, Dicky sedang menjalankan tugas negara di wilayah Cisarua, Bandung Barat, lokasi terjadinya bencana tanah longsor.
"Yang pertama kali dihubungi oleh pihak kesatuan adalah istrinya, setelah mendapatkan info itu istrinya kemudian menghubungi Bapaknya, dari info itulah kami pertama kali tahu," jelasnya kepada wartawan usai prosesi pemakaman, Selasa (3/2) siang.
Beberapa hari sebelum kejadian, Praka Dicky sempat berpesan kepada istrinya untuk membeli payung hitam dan mengirimkannya kepada ibunya di kampung. Tak hanya itu, ia juga mengirimkan sebuah dompet yang disebut-sebut untuk keperluan pengajian.
“Ibunya punya firasat. Tiga atau empat hari sebelum kejadian, ada kiriman payung dari Dicky dan dompet yang katanya untuk pengajian. Payung itu seperti untuk memayungi jenazah,” ungkapnya.
Kini, Praka Mar (Anm) Dicky Yogha Priambada telah kembali ke pangkuan tanah kelahirannya. Ia menjadi salah satu prajurit TNI AL yang gugur saat menjalankan tugas negara.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Sugio yang kehilangan salah satu putra terbaik daerahnya. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta