Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Dua Bulan Terisolasi, Warga Terdampak Banjir Bengawan Jero Lamongan Bangun Jembatan Bambu

Anjar Dwi Pradipta • Rabu, 28 Januari 2026 | 18:20 WIB
Warga Terdampak Banjir Bengwan Jero  di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah. Gotong Royong Dirikan Jembatan Bambu, Rabu (28/1).
Warga Terdampak Banjir Bengwan Jero di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah. Gotong Royong Dirikan Jembatan Bambu, Rabu (28/1).

KALITENGAH, RADARLAMONGAN.CO – Bagi warga Dusun Waru, Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, banjir tahunan bukan lagi cerita baru. Namun, genangan yang tak kunjung surut selama lebih dari dua bulan memaksa mereka mencari cara agar kehidupan tetap berjalan.

Hampir seluruh akses jalan terendam air. Keluar masuk desa menjadi sulit. Aktivitas ekonomi tersendat. Anak-anak sekolah pun kesulitan berangkat. Dalam kondisi itulah, warga memilih tidak berpangku tangan. Mereka membangun jalan layang darurat dari bambu.

Bukan beton, bukan aspal. Melainkan batang-batang bambu yang dirangkai secara sederhana. Pengerjaannya dilakukan secara gotong royong, dengan biaya yang juga berasal dari swadaya masyarakat. Jalan layang itu didirikan di sisi jalan yang tergenang sebagai jalur alternatif bagi warga.

Salah satu warga, Mohammad Hasib, mengatakan, pembangunan jembatan bambu tersebut merupakan bentuk ikhtiar agar dusun mereka tidak terus terisolasi.

"Kita membuat jembatan alternatif. Karena selama ini masyarakat Dusun Waru, Bojoasri, terisolasi lebih dari 2 bulan, tidak bisa keluar desa, sehingga mengganggu aktivitas warga, kegiatan ekonomi maupun aktivitas anak sekolah," ujar Hasin kepada Wartawan, Rabu (28/1).

Pembangunan dimulai sejak Selasa (27/1). Panjang jalan bambu itu direncanakan mencapai sekitar 70 meter, dengan lebar kurang lebih satu meter.

"Lebarnya sekitar satu meter, rencananya buat dilewati pejalan kaki maupun sepeda motor," jelasnya.

Kini, jalan bambu tersebut menjadi harapan baru bagi warga. Anak-anak kembali bisa berangkat sekolah tanpa harus menerobos genangan. Warga pun bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman.

"Adanya jalan alternatif yang terbuat dari bambu ini, kita semua bisa beraktivitas. Ini sangat membantu," kata warga lain, Zainal Abidin.

Sementara itu, banjir di kawasan Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan, mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Tinggi Muka Air (TMA) di Kali Blawi terpantau terus menurun.

Pemkab Lamongan juga terus mengoptimalkan penanganan banjir dengan mengalirkan air ke Bengawan Solo melalui pintu air Kuro serta mengoperasikan sejumlah pompa berkapasitas besar. (jar)

Editor : Anjar D. Pradipta
#jembatan bambu #jalan alternatif #banjir #Bengawan Jero #lamongan