radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Harga tebu merangkak naik.
Awal tebang bulan lalu, harga buka pabrik Rp 80 ribu per kuintal.
Sekarang, harganya menembus Rp 90 ribu per kuintal.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Bakrudin, menjelaskan, harga tebu dipengaruhi kualitas rendemen.
Semakin tinggi rendemen, harganya semakin terangkat.
Menurut dia, tahun lalu harga tebu tembus Rp 111 ribu per kuintal.
Baca Juga: Harga Tebu Musim Lalu Pengaruhi Luas Tanam Tebu di Lamongan
“Kalau harga naik petani bersemangat untuk tanam. Karena pastinya, ada petani yang sewa lahan. Kalau modalnya balik, akan tanam lagi,” jelasnya.
Bakrudin memperkirakan panen tebu hingga awal September.
Sebagian petani tebu sudah bermitra dengan pabrik penggilingan.
Mereka tetap tanam untuk memenuhi kebutuhan pabrik.
Petani tebu mayoritas berada di Kecamatan Kembangbahu, Mantup, Sambeng, dan Ngimbang.
Dia menjelaskan, tebu berusia 9 - 10 bulan baru bisa panen.
Sementara tanaman yang lama ditanam lagi, biasanya 5 - 6 bulan sudah bisa panen. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma