
NIMAS Zahra Shahifah benar-benar memaksimalkan masa mudanya untuk hal positif. Sembari berkuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Paciran, dia juga mengajar di SD Islam Al-Huda Quranic Sedayulawas.
Setiap hari saya dibuat bangga oleh-oleh siswa saya. Melihat perkembangan mereka, cukup membuat saya bersyukur setiap harinya, tutur cewek asal Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong ini.
Bukan hal mudah menjadi mahasiswi sekaligus guru. Menurut dia, banyak tuntutan yang harus diselesaikan bersamaan. Terkadang ada waktu yang harus dikorbankan. Namun dari sana, dia belajar memanajemen waktu.
Setiap sebelum tidur, saya akan membuat perencanaan kegiatan untuk keesokan harinya, yakni membuat daftar prioritas kegiatan atau tugas, ujar ketua gerakan IMMawati mengajar Kabupaten Lamongan ini.
Cewek 21 tahun ini mendapatkan banyak pengalaman sebagai pengajar, salah satunya cara mendidik anak sejak usia dini. Kata-kata motivasi yaitu buat hidupmu bermanfaat, berharga, dan bermakna, maka akan kau mengerti bagaimana indahnya hadirmu di dunia ini, ucap cewek berhijab ini. (sip/ind)



