radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Menjadi seorang tante, Syafa'atus seharusnya melindungi ponakannya.
Namun, perempuan berdomisili di Gebang, Sidoarjo ini justru menjadikan sang ponakan sebagai pekerja seks komersial (PSK).
Akun facebook korban disebarkan ke para pria hidung belang.
Sekali kencan, Syafa'atus membanderol ponakannya dengan harga Rp 700 ribu.
Selain itu, Syafa'atus juga memiliki pekerja perempuan berinisial Lf, 32, asal Kecamatan Sidoarjo.
Cerita tentang adanya prostitusi ini terungkap saat adanya ungkap kasus di Mako Polresta Sidoarjo, Senin (25/11).
Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Fahmi Amarullah, mengatakan, korban ditawari tersangka menjadi PSK pada 2020.
Saat itu, korban masih bekerja sebagai pemandu lagu di tempat karaoke di Sidoarjo.
Dalam pengakuan tersangka, lanjut Fahmi, korban awalnya dijanjikan bayaran Rp 500 ribu sekali kencan.
Saat itu, korban menolak.
Tersangka tak menyerah. Pada 2022, korban kembali ditawari.
Namun, korban tetap menolak.
Tersangka lalu memaksa korban untuk menyerahkan akun FB-nya.
‘’Kemudian tersangka memasang foto korban dan ditawarkan ke pria lain,’’ ujarnya.
Setelah itu, tersangka memegang kendali akun FB milik korban.
Setiap ada penawaran dari tamu, tersangka yang melakukan negoisasi.
Prostitusi ini tercium petugas saat korban ditawarkan ke pria hidung belang seharga Rp 700 ribu pada Senin (18/11) pukul 13.30.
Setelah terjadi kesepakatan harga, tersangka ternyata hanya memberikan bagian kepada korban Rp 500 ribu
Rp 200 ribu sisanya, diambil tersangka.
Tersangka lalu meminta korban untuk memuaskan nafsu pria hidung belang di salah satu kamar hotel di Sidoarjo.
Unit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo yang sudah melakukan penyelidikan, berhasil menangkap tersangka di hotel tersebut.
Tersangka Syafa'atus mengaku telah menjalankan bisnis haram itu selama dua tahun lamanya.
Dia mengaku melakukan hal tersebut untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
‘’Sudah 50 kali selama dua tahun terakhir, biasanya di hotel, apartemen kalau tidak di kos - kosan wilayah Sidoarjo,’’ akunya.
Tersangka juga mengaku memiliki dua pekerja untuk dijadikan budak seks pria hidung belang. Dua pekerjanya itu mampu melayani, satu sampai dua tamu dalam sehari. ‘’Sehari satu sampai dua kali, lancar. Tapi kadang sepi,’’ ujarnya. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma