
radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Sw, warga di Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, sedang memasak.
Lansia itu terkejut ketika tiba – tiba tubuh Jp, 41, menantunya, siang itu (9/10) terbakar.
Dia langsung menyiramkan air ke tubuh menantunya.
"Karena kepanasan dia masuk ke kamar mandi, lalu keluar lagi tergeletak di lantai," tutur SW saat ditemui di TKP seperti dilansir Radar Mojokerto.
Siang itu, Jp memang membakar dirinya sendiri menggunakan bensin.
Beberapa hari sebelumnya, Sw mendengar menantunya ingin bakar diri.
Menurut Sw, menantu dan anak perempuannya kerap cekcok karena masalah uang.
Bahkan, setiap malam Jp pulang ke rumah orang tuanya di Kelurahan Wates.
"Dia bilang mau bakar diri di rumahnya sana (Wates) tapi ini tadi tiba-tiba bawa bensin dari ruang tamu dan bilang kalau mau mati. Sudah saya larang, tapi tetap disiramkan ke badan," tuturnya.
Jp menyiramkan bensin dari botol ke tubuhnya, lalu memantiknya dengan korek api di belakang rumah.
Beruntung, nyawa ayah dua anak itu terselamatkan.
Menurut Sw, hampir seluruh badan menantunya melepuh akibat terbakar, kecuali bagian kepala.
Jp masih sadar dan masih bisa menjawab pertanyaan petugas PMI Kota Mojokerto yang tak lama datang dan membawanya ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.
Selama ini, Jp tinggal bersama istrinya, Fn, 38, dan dua putranya yang masing-masing berusia 15 tahun dan 7 tahun.
Di rumah yang berada di gang sempit itu, juga tinggal SW.
Sejak di-PHK dari PT Tjiwi Kimia beberapa tahun lalu, sehari-hari Jp membuka angkringan di jogging track (JT) tepi Sungai Brantas, dekat rumahnya.
Sedangkan istrinya sejak seminggu ini bekerja di Pasar Semeru.
Untung Pujiono, ketua RT setempat, membenarkan cerita Sw. Menurut dia, sudah beberapa hari terakhir terdengar pertengkaran antara Jp dan Fn.
"Dari kemarin-kemarin sudah ada pertengkaran dan kami minta supaya tidak cekcok, karena mentok dengan masalah itu akhirnya dia menyiram badannya dengan bensin," ujarnya. (*)



