LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Desa Wanar, Kecamatan Pucuk semakin meneguhkan sebagai desa wisata tanaman hias.
Julukan desa wisata tanaman hias kini makin pantas disandang, setelah desa ini berhasil menyabet penghargaan Desa Inspiratif kategori Lingkungan, dalam ajang Radar Bojonegoro Awards 2025.
Warga Desa Wanar sebagian besar merupakan pembudidaya tanaman hias dan bonsai yang diwarisi turun-temurun, yakni memiliki keahlian khusus dalam mengolah tanaman menjadi bernilai seni tinggi.
Pemasarannya merambah hingga luar negeri, seperti Brunei Darussalam dan beberapa negara lainnya.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lamongan, M. Freddy Wahyudi mengapresiasi dan turut bangga atas penghargaan yang diberikan oleh Jawa Pos Radar Bojonegoro pada Desa Wanar kategori lingkungan.
Menurutnya, keahlian warga Wanar dalam membudidayakan tanaman hias dan tukang taman atau penata taman bukanlah hal yang instan.
Melainkan warisan turun-temurun yang memiliki sejarah panjang. Awalnya, bapaknya bersama empat orang lainnya merantau ke Surabaya hanya menjual rabuk atau pupuk.
Lalu diajak pemborong untuk mengurus lanskap, hingga akhirnya dipercaya menangani taman sendiri sejak Tahun 1965 dan berhasil hingga saat ini.
''Dari situ keahlian itu berkembang,” kenangnya.
Freddy mengungkapkan, seiring perkembangan zaman, pemasaran tanaman hias kini juga dilakukan secara online.
Namun, agar potensi tidak jalan sendiri-sendiri, dia yang juga aktif sebagai pembudidaya tanaman hias dan memiliki stand tanaman, menggagas terbentuknya paguyuban tanaman hias yang sudah terdaftar resmi di Kemenkumham.
Dari hanya 15 orang, kini anggota paguyuban mencapai seratusan.
''Saya ajak bikin stand bunga. Karena setiap landscaper pasti butuh tanaman dan perlengkapannya. Dengan paguyuban, semua bisa terorganisasi, berkembang lebih baik,'' imbuhnya.
Pihaknya berharap ke depan Desa Wanar menjadi desa wisata tanaman hias. Sehingga setiap orang yang ingin membeli bunga, bonsai, dan segala macam tanaman bisa terlayani dengan baik.
Baca Juga: Dibakar Api Cemburu, Pukul Teman Mantan Pacar, Warga Sidomukti Ini Dituntut 10 Bulan
Penjualan tanaman hias Wanar sudah sampai luar negeri seperti Brunei dan sejumlah negara lainnya.
''Ke depan saya ingin Wanar jadi desa wisata tanaman hias, yang semakin terkenal dimana-mana,'' harapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Wanar, Ali Thohir, yang menyampaikan secara bangga atas penghargaan tersebut.
''Ini motivasi bagi kami untuk mewujudkan impian menjadikan Wanar sebagai desa wisata tanaman hias,” katanya.
Ali menjelaskan, bahwa Wanar adalah ikon penghijauan di Kabupaten Lamongan, karena banyak yang bekerja di sektor taman atau lingkungan.
Di mana sebagian besar sebagai pembudidaya tanaman sendiri.
Ali menjelaskan, Wanar juga dicanangkan sebagai desa wisata tanaman hias saat didampingi Bupati Lamongan.
Baca Juga: Kunjungan Hotel Membaik Lagi, Segini PAD yang Terkumpul di Bapenda Lamongan
Salah satunya juga Wanar memberikan sumbangsi Devisa Kabupaten Lamongan, karena sudah menembus pasar internasional.
''Selain di Lamongan, penjualan sudah sampai Brunei, Malaysia, bahkan Singapura. Warga kami sudah terbiasa main online, melayani pesanan perusahaan, sampai ekspor,” bebernya. (sip/ind)
Editor : Indra Gunawan