radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Meski Evi Rachmawati sibuk menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN), dia masih bersedia menjadi master of ceremony (MC) dan moderator sejumlah kegiatan.
"Menjadi MC, moderator, maupun pembawa acara merupakan pengalaman yang sangat berharga dan menyenangkan. Kegiatan tersebut tidak hanya melatih kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab, kepercayaan diri, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai situasi dan karakter audiens," ujar ketua PAC IPPNU Kecamatan Lamongan 2026 – 2028 itu. Baca Juga: Atmim Nurona, Mahasiswi Sunan Drajat Lamongan Penghafal 30 Juz yang Dihadiahi Umrah
Menurut Evi, saat menjadi MC, dia harus bisa menjaga rasa percaya diri, mengendalikan gugup, hingga memastikan acara berjalan sesuai susunan yang telah disiapkan. Dia juga harus sigap menghadapi perubahan rundown maupun situasi tak terduga saat acara berlangsung.
"Sebagai moderator, tantangannya adalah menjaga jalannya diskusi agar tetap kondusif, menarik, dan sesuai dengan topik yang dibahas," tutur mahasiswi Prodi Akuntansi Universitas Islam Lamongan itu.
Sebelum tampil, Evi selalu mempelajari konsep acara, mengenali profil narasumber, menyusun alur pembawaan, hingga berlatih intonasi. Mahasiswi 21 tahun ini juga rutin menonton podcast bertema public speaking, komunikasi, dan pengembangan diri. Menurut dia, cara tersebut efektif untuk mempelajari teknik berbicara, membangun komunikasi dengan audiens, serta menyampaikan pesan secara menarik. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma