radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Darah seni itu mengalir deras sang ayah dan nenek.
Deby Meylia Hardianto berkulit putih.
Lesung pipinya tampak jelas saat Deby Meylia Hardianto tersenyum.
Remaja putri 17 tahun bertinggi 148 sentimeter (cm) itu, menerima banyak tawaran manggung.
Namun, tidak semua tawaran itu diterimanya.
Dia juga harus memikirkan sekolahnya.
Deby ingin menyelesaikan pendidikannya dengan hasil yang terbaik.
Juga tetap bisa mengejar karir bernyanyi.
“Selama ini dibantu mama dan papa untuk atur jam bernyanyi agar tidak mengganggu sekolah,” terang siswi kelas XI SMAN 1 Sukodadi itu.
Sejak usia anak – anak, Deby sudah dikenalkan alat musik.
Dia juga diajari menyanyi dan menari.
Saat SD, kemampuannya diasah dengan mengikuti les musik.
Orang tuanya juga sering mendampingi saat berlatih bernyanyi di rumah. Apalagi, di rumah ada alat musik organ dan gitar.
Selain dua alat musik itu, Deby juga bisa memainkan drum.
“Kalau perform tergantung permintaan, tidak selalu bawa alat musik,” tuturnya.
Deby berharap suatu hari bisa ikut audisi atau kompetisi bernyanyi seperti Indonesian Idol dan Dangdut Academy. Dia bisa bernyanyi genre pop maupun dangdut.
Selama ini, level perlombaan yang diikuti Deby baru sebatas Provinsi Jawa Timur.
Dia pernah juara 1 lomba karaoke di Tuban, Aola Idol, karaoke dangdut campursari, dan pop singer competition.
Kemudian, menjadi 15 terbaik bintang dangdut Jawa Timur dan juara 1 ajang tarik suara bertema religi se-Kota Surabaya.
Agar kualitas suaranya terjaga, Deby mengurangi makanan berminyak, es, dan makanan pedas.
Orang tuanya juga ikut mengawasi pola makan dan waktu istirahatnya.
Deby berharap cita-citanya menjadi penyanyi yang sukses bisa terkabul agar kedua orang tua dan keluarga juga bangga.
“Kalau orang tua, nenek, semuanya punya bakat seni jadi saya sangat beruntung bisa belajar dengan mereka,” terang pelajar asal Sukodadi itu. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma