radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Bagi Mita Dwi Kartika, mendaki gunung menjadi cara sempurna untuk menjernihkan pikiran, melepas emosi, dan mencari kedamaian di alam.
‘’Di setiap langkah mendaki, ada semacam rasa puas ketika tubuh lelah, tetapi hati terasa lebih ringan. Alam menjadi tempat terapi tanpa perlu banyak kata,’’ ucap dara asal Desa Cangkring, Kecamatan Bluluk ini.
Menurut dia, perjuangan mendaki, ngos-ngosan, semuanya akan hilang begitu sampai di puncak.
Panorama dari atas gunung benar-benar bikin hatinya merasa lega.
‘’Bertemu dengan sesama pendaki menciptakan momen-momen hangat. Mereka mungkin asing, tapi ada rasa solidaritas luar biasa saat saling membantu di jalur pendakian,’’ kata mahasiswi Universitas Islam (Unisla) Lamongan ini.
Mita memiliki keinginan mendaki Gunung Rinjani.
Gunung di Lombok itu dinilainya salah satu destinasi yang luar biasa.
Selain jalur pendakian yang cukup menantang, di gunung tersebut terdapat danau Segara Anak, serta view puncaknya indah.
‘’Mendaki Rinjani pasti akan jadi pengalaman hidup yang tak terlupakan,’’ ujar mahasiswi 21 tahun ini.
Bagi Mita, mendaki gunung dapat meningkatkan kepercayaan diri.
Sebab, ketika berhasil mencapai puncak, ada rasa bangga pada diri sendiri.
''Itu jadi semacam bukti bahwa bisa menghadapi hal-hal sulit, termasuk patah hati.
Menguatkan mental, jalur pendakian yang berat membuat mental jadi lebih tahan banting.
Belajar untuk terus bergerak meskipun lelah,’’ ucap Mita. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma