radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Jika berbicara tentang kuliner khas Lamongan, sebagian besar orang langsung teringat soto Lamongan, tahu campur, atau nasi boranan. Padahal, kabupaten di pesisir utara Jawa Timur ini juga menyimpan kekayaan jajanan tradisional yang tak kalah menggoda. Salah satunya adalah wingko, kudapan berbahan dasar kelapa parut yang memiliki cita rasa manis, gurih, dan aroma khas yang mampu membangkitkan selera.
Bagi wisatawan maupun pemudik yang melintas di Lamongan, ada satu lokasi yang layak masuk daftar tujuan berburu oleh-oleh.
Yakni sentra penjualan wingko di Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di kawasan yang berada tidak jauh dari Stasiun Kereta Api Lamongan dan Lamongan Plaza. Lokasinya yang berada di di pinggir jalan nasional Surabaya-Lamongan membuat sentra ini mudah dijangkau, baik oleh warga lokal dan luar daerah maupun wisatawan yang baru turun dari kereta.
Baca Juga: SPPG SRG Tlogoanyar Siap Jalani Visitasi MBG
Di sepanjang jalan tersebut, sekitar 10 kios berjejer rapi menawarkan berbagai jenis wingko dengan tampilan yang menggugah selera. Aroma harum kelapa yang dipanggang menyeruak sejak pengunjung memasuki kawasan itu. Wangi khas tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang seolah mengundang siapa pun untuk mampir.
Keistimewaan sentra wingko ini bukan hanya karena pilihan produknya yang beragam, melainkan juga pengalaman yang ditawarkan kepada pembeli.
Di beberapa kios, pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan wingko, mulai dari adonan kelapa dan tepung yang dibentuk, dipanggang di atas tungku, hingga berubah menjadi wingko matang berwarna kecokelatan dengan permukaan yang menggoda.
Baca Juga: BPJPH Kemenag Lamongan Terbitkan 1.491 Sertifikat Halal
Pengalaman tersebut memberi jaminan bahwa wingko yang dibeli benar-benar dalam kondisi segar atau fresh karena baru saja selesai dipanggang. Teksturnya terasa lembut di bagian dalam dengan lapisan luar yang sedikit renyah, menghadirkan sensasi yang berbeda dibanding wingko yang telah disimpan dalam waktu lama.
Bagi pemburu oleh-oleh untuk keluarga atau kerabat, pilihan ukurannya pun beragam. Tersedia wingko berukuran kecil berbentuk bulatan dengan harga berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per buah. Juga tersedia wingko berukuran besar dengan harga sekitar Rp30.000 per buah.
Selain menjadi camilan, wingko juga menjadi simbol kekayaan kuliner tradisional Lamongan yang tetap bertahan di tengah gempuran makanan modern.
Resep yang diwariskan turun-temurun membuat cita rasanya tetap autentik dan menjadi alasan mengapa jajanan ini masih memiliki banyak penggemar.
Tak heran, sentra wingko di Jalan Panglima Sudirman selalu ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan maupun musim liburan. Banyak pengunjung sengaja datang untuk membawa pulang wingko hangat sebagai buah tangan khas Lamongan.
Perpaduan rasa yang lezat, proses pembuatan yang masih tradisional, serta lokasinya yang strategis menjadikan sentra ini sebagai salah satu destinasi wisata kuliner yang sayang dilewatkan saat berkunjung ke Kota Lamongan.(feb)
Editor : Arya Nata Kesuma