LAMONGAN, RADARLAMONGAN CO – Hingga triwulan ke tiga tahun ini, kunjungan wisata di Kota Soto masih cukup landai. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan mendata terdapat 2.445.730 kunjungan di sejumlah objek wisata, atau 56,88 persen dari target tahun ini sebesar 4,3 juta.
Kabid Pemasaran Disparbud Lamongan, Sahlul Muarikh, menjelaskan, ada beberapa faktor, salah satunya kondisi ekonomi masih lesu. Misalnya di wisata religi Makam Sunan Drajat yang jumlah pengunjungnya menurun.
‘’Insya Allah optimis ada kenaikan, karena ada bus Trans Jatim yang mendukung transportasi ke Sunan Drajat dan WBL, khususnya di Mazola,’’ ujar pria yang juga menjabat Plt Sekretaris Disparbud Lamongan itu.
Selain itu, menurut dia, belum maksimalnya kunjungan wisata karena cuaca cukup ekstrem. ‘’Cuaca ekstrem secara otomatis menyebabkan penurunan (kunjungan wisata, Red),’’ imbuhnya.
Untuk itu, pengelola wisata harus gencar melakukan promosi, guna mendongkrak pengunjung libur panjang akhir tahun ini. Sahlul mengatakan, pihaknya bakal berusaha meningkatkan kunjungan wisata. Di antaranya dengan menggelar berbagai event.
‘’Nantinya itu bisa menjadi dorongan untuk peningkatan kunjungan pariwisata,’’ tuturnya.
Dia berharap, dengan disediakannya transportasi bus Trans Jatim dan perbaikan infrastruktur, bisa mendorong peningkatan kunjungan wisata. ‘’Harapannya tetap naik,’’ ucap Sahlul.
Wakil Ketua III DPRD Lamongan, Imam Fadlli meminta ada evaluasi masih belum maksimalnya kunjungan wisata di Lamongan. Sehingga, diketahui faktornya rendahnya minat wisatawan. Misalnya wisata kurang menarik atau akses jalan yang kurang memadai.
‘’Saya rasa harus ada ide kreatif yang dibutuhkan untuk memicu masyarakat untuk datang ke tempat wisata,’’ ujarnya.
Anggota Komisi D DPRD Lamongan, Saifudin Zuhri mengatakan, OPD terkait harus berupaya untuk menggenjot kunjungan wisata, guna memenuhi target kunjungan wisata di Lamongan. ‘’Karena wisata ini jadi sumber PAD (pendapatan asli daerah, Red) Lamongan,’’ ucapnya.
‘’Makanya tempat wisata yang terutama pada musim hujan tidak nyaman bagi wisatwan paling tidak diperbaiki, sehingga para pengunjung tidak kapok masuk ke destinasi wisata di Kabupaten Lamongan,’’’ tambah politisi F-PKB itu. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta