Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Kelo Kuning Kutuk, Kuliner Lamongan yang Mulai Saingi Kepopuleran Soto dan Tahu Campur

Bachtiar Febrianto • Kamis, 19 Juni 2025 | 21:22 WIB
Tak Hanya Soto dan Tahu Campur, Lamongan juga punya kuliner khas Kelo Kuning Kutuk.
Tak Hanya Soto dan Tahu Campur, Lamongan juga punya kuliner khas Kelo Kuning Kutuk.

RadarLamongan.Co, JawaPos.Com — Bila mendengar kata Lamongan, kebanyakan orang langsung teringat soto Lamongan yang gurih dan tahu campur yang khas.

Namun, kini ada satu lagi kuliner tradisional yang mulai menarik perhatian pencinta makanan Nusantara: Kelo Kuning Kutuk.

Hidangan berkuah dan berwarna kuning ini menggunakan bahan utama ikan kutuk atau yang lebih dikenal sebagai ikan gabus.

Kelezatan rasanya serta manfaat kesehatannya menjadikan kelo kuning kutuk sebagai kekayaan kuliner Lamongan yang patut diangkat ke panggung nasional.

“Kelo kuning kutuk ini dulunya masakan rumahan. Tapi sekarang makin banyak dijual di warung makan lokal karena peminatnya naik terus,” ujar Siti Aminah, pemilik warung makan khas Lamongan di Kecamatan Babat.

Cita Rasa dan Kandungan Gizi.

Kelo kuning kutuk dimasak dengan bumbu kuning khas Jawa Timur yang terdiri dari kunyit, lengkuas, serai, bawang merah, dan bawang putih.

Ikan kutuk yang terkenal memiliki tekstur lembut dan daging gurih menjadi pelengkap sempurna dalam kuah rempah tersebut.

Selain lezat, ikan kutuk juga kaya manfaat. Mengandung albumin tinggi, ikan ini dipercaya mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Menurut data, kandungan protein pada ikan kutuk mencapai 25 gram per 100 gram daging, lebih tinggi dibanding ikan air tawar lainnya. Selain rasanya enak, kelo kuning kutuk juga dipromosikan pemerintah daerah setempat sebagai makanan sehat lokal.

Dari Dapur Tradisional ke Potensi Ekspor.

Kini, kelo kuning kutuk tidak hanya banyak di jual di warung-warung hampir seluruh wilayah Lamongan, tetapi juga dijual dalam bentuk beku oleh pelaku UMKM lokal.

Salah satunya adalah produk dari Dapur Iwak Kutuk yang berhasil memasarkan varian kelo kuning beku hingga ke Surabaya dan Jakarta.

Menurut data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan tahun 2024, terjadi peningkatan 18% dalam permintaan produk olahan ikan kutuk dari Lamongan, terutama sejak promosi digital dilakukan lewat media sosial dan festival kuliner lokal.

Kuliner Warisan Leluhur.

Kuliner ini diyakini merupakan warisan kuliner dari leluhur masyarakat Lamongan yang dahulu memanfaatkan hasil sungai dan rawa untuk kebutuhan pangan.

Penggunaan ikan kutuk dan rempah-rempah lokal mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga keberlanjutan pangan.

Pemerintah Kabupaten Lamongan sendiri mulai serius mengangkat potensi kuliner tradisional. Termasuk lewat Festival Kuliner Lamongan, sekaligus sebagai ajang promosi pariwisata kuliner. (feb)

Editor : Anjar D. Pradipta
#kelo kuning kutuk #Soto Lamongan #kuliner khas lamongan #kuliner lamongan #tahu campur #kuliner