LAMONGAN, Radarlamongan.co — Tak hanya Soto dan Nasi Boran, di Lamongan terdapat kuliner lain yang menjadi favorit para pecinta kuliner. Rawon kikil Cak Ali menjadi salah satu menu yang wajib dicoba saat berkunjung di kota Soto.
Kuah segar dipadu dengan potongan kikil racikan pria yang mempunyai nama lengkap Ramli ini, memiliki daya tarik kelezatan bagi penikmatnya.
Meski hanya dijajakan pada kios kecil di Pasar Sidoharjo, tapi banyak juga pejabat yang menjadi pelanggan rawon kikil yang sudah berdiri sejak tahun 1981 tersebut.
Saat ditemui oleh wartawan Jawa Pos Radar Lamongan, Sabtu (31/5) siang. Ali, sapaan akrabnya, mengaku baru saja membuka warung. Meski baru dibuka, tampak beberapa pelanggan sudah menikmati beberapa masakan yang tersedia di warungnya.
‘’Pak Yes juga sering ke sini,’’ ujarnya sambil menunjukkan video Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menyantap kikil jumbo bersama jajaran.
Ali menceritakan, awalnya membuka bisnis kuliner ini pada tahun 1981. Semula dirinya berjualan kuliner khas Jawa timur ini di terminal lama sebelah kantor Pemda Lamongan. Kemudian pada tahun 1992 berpindah ke Pasar Sidoharjo.
Ali mengatakan, saat ini ada beberapa pilihan menu yang disediakan. Meliputi rawon kikil biasa, rawon kikil jumbo, kare ayam, kare daging, soto kikil, dan ayam panggang.
‘’Paling favorit rawon kikil, tapi semua menu disukai, bahkan sering habis,’’ ucap Ali sambil tersenyum.
Pria yang kini sudah berusia 63 tahun ini pun tak segan membagikan trik khusus memasak, untuk membuat kikil ini empuk. Ali mengaku bisa menghabiskan sekitar 20 kilogram (kg) nasi, sekitar 30 kg kikil sapi, sekitar 8 kg daging sapi, dan 13 kg daging ayam.
Ali menuturkan, lama merebus menentukan empuknya kikil. Dia biasa merebus kikil sapi jantan sekitar tujuh jam, serta kikil sapi betina sepuluh jam lebih. Sedangkan daging hanya direbus selama satu jam.
‘’Kita rebus manual saja, tidak pakai presto, karena rasanya beda,’’ katanya.
Selain kenikmatan cita rasa, harga yang dipatok juga terjangkau untuk semua kalangan pecinta kuliner.
Harga seporsi rawon kikil biasa berkisar Rp 16 ribu sudah termasuk minumannya. Namun, untuk harga rawon kikil jumbo, berkisar Rp 50 ribu seporsi.
"Harga tergantung menunya mas, saya rasa masih cukup terjangkau," ujarnya.
Salah satu pelanggan rawon kikil asal Kelurahan Tlogoanyar, Suyadi mengaku menjadi langganan ini sepuluh tahunan. Dia mengaku tidak hanya menggemari rawon kikil, tapi juga kare daging dan ayam.
‘’Kertertarikan di sini rasa enak, di samping rasa, itu harganya tidak terlalu mahal,’’ terangnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta