Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Hasil Berjualan Jamu Tradisional, Warga Karanggeneng Ini Bisa Bangun Rumah, Berangkat Haji

Rika Ratmawati • Sabtu, 5 April 2025 | 03:15 WIB
BISA BANGUN RUMAH: Supiah berjualan jamu kunyit asam dan beras kencur. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
BISA BANGUN RUMAH: Supiah berjualan jamu kunyit asam dan beras kencur. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Supiah masih terus berjualan jamu di usianya yang tidak lagi muda.

Sudah lima belas tahun ini dia berjualan jamu.

Usaha yang ditekuninya ini berhasil membantu ekonomi keluarganya.

Selain bisa menyekolahkan kedua anaknya, Buk Pik, sapaannya, juga bisa memperbaiki rumah yang sekarang ditinggali bersama suami tercintanya.

Supiah dulunya berjualan jamu di Pasar Karanggeneng.

Dibantu anaknya, sekarang pangsa pasarnya meluas ke beberapa kecamatan tetangga.

Supiah hanya berjualan dua jenis jamu, kunyit asam dan beras kencur.

Resepnya dari warisan nenek moyang karena di lingkungannya juga banyak yang jualan jamu.

“Jadi satu RT ini yang jual banyak dan tidak semua orang tua. Rata - rata sudah diturunkan ke anaknya,” ujar ibu dua anak itu.

Setiap hari, Supiah memproduksi sekitar 40 botol jamu berukuran 1,5 liter.

Jika dulu dia harus menumbuk menggunakan lumpang batu, maka sekarang semua bahan bisa dihaluskan dengan mesin blender.

Selama tidak merubah takaran resep, Supiah yakin rasanya tidak akan berpengaruh antara ditumbuk atau blender.

Bahan jamu yang dijualnya bisa dibeli di pasar.

Misalnya beras kencur. Bahannya, beras direndam kemudian dicuci bersih.

Selanjutnya ditiriskan untuk kemudian dicampur dengan empon-empon seperti jahe, kencur, yang dihaluskan.

Sementara bahan jamu kunyit asam hanya kunyit, asam, kayu manis, dan gula yang dimasak dengan matang.

Harga jamu dibandrol Rp 13 ribu untuk ukuran 1,5 liter.

“Alhamdulillah selama puasa kemarin pesanan banyak,” tuturnya.

Bu Menis, penjual jamu lainnya, juga sudah lama berjualan, sejak 1985. Resep jamunya sudah diwariskan ke Indi, generasi ketiga.

Setiap hari, produksinya jamu kunyit asam dan beras kencur.

Jamu Bu Menis tidak perlu menjajakan keluar karena pelanggannya sudah hafal rumah produksinya.

Jika ada pesanan, maka bisa produksi 60 botol setiap hari.

Jamu ini bisa tahan hingga 4 hari bila diletakkan di lemari pendingin.

Menurut Indi, dari usaha ini, nenek dan ibunya sudah bisa berangkat haji hingga umrah.

Juga membiaya sekolah anak. “Alhamdulillah saya melanjutkan usaha ini dan menjaga kualitas rasa agar tidak mengecewakan pelanggan,” tuturnya. (rka/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#beras kencur #Karanggeneng #jamu tradisional #ekonomi keluarga #lamongan #kunyit asam #kuliner