radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Sudah 25 hari ini jalur pendakian ke Gunung Arjuno -Welirang ditutup sementara.
UPT Tahura R Soerjo selaku pengelola kawasan tersebut hingga kini belum memberikan informasi untuk kembali membuka sejumlah jalur hiking tersebut.
‘’Untuk sementara ini jalur pendakian (Arjuno - Welirang) belum dibuka. Masih ditutup,’’ ujar Kepala UPT Tahura R Soerjo, Ahmad Wahyudi.
Pembukaan jalur Arjuno – Welirang sangat dinanti para pendaki.
Sebab, dua gunung tersebut menjadi salah satu tujuan favorit para pendaki.
Selain jalurnya yang menantang, Arjuno – Welirang biasanya dijadikan tempat latihan para pendaki pemula.
Juga, dijadikan ‘’pemanasan’’ bagi pendaki yang ke depannya ingin mendaki gunung Semeru.
Namun, petugas masih melakukan penutupan sementara jalur tersebut.
Salah satu pertimbangannya, faktor cuaca sesuai prakiraan BMKG.
Sehingga, demi kenyamanan dan keselamatan para pendaki sendiri di tengah terjadinya tingginya potensi cuaca ekstrem akhir - akhir ini, jalur itu masih ditutup.
Selain itu, pengelola ingin memulihkan ekosistem dalam kawasan hutan lindung tersebut.
’’Kalau semisal sampai momen pergantian tahun nanti potensi cuaca ekstrem masih tinggi, tidak menutup kemungkinan (penutupan sementara) kita terus perpanjang,’’ beber Wahyudi.
Sejumlah jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup sementara per 1 November.
Baik via Lawang, Sumber Brantas, Tretes hingga Tambaksari.
Sedangkan wisata pendakian Bukit Lincing dan Bukit Cendono di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, menyusul ditutup sementara mulai 11 November.
Mengingat, pendakian di kedua bukit gugusan Arjuno-Welirang tersebut tergolong jalur pendek yang bisa ditempuh tanpa nge-camp alias tektok. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma