LAMONGAN, Radar Lamongan – Peringatan 1 Suro sudah berakhir.
Seperti tahun – tahun sebelumnya, Gunung Lawu masih menjadi jujugan para pelaku ritual di momen Suro.
Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Magetan, misalnya.
Ribuan pendaki berusaha mencapai titik lokasi tujuannya.
Selain ada yang ingin ke puncak gunung karena memang pendaki alam dan pendaki pemula yang ingin mengisi liburan, di antara ribuan pendaki itu juga ada yang ingin melakukan ritual 1 Suro.
Kepala RPH Sarangan, Supriyanto, mengatakan, ada peningkatan jumlah pendaki mendekati 1 Suro.
‘’Yang naik ke puncak via Cemorosewu ada sekitar seribuan lebih pendaki,” katanya seperti dilansir Radar Madiun.
Andri Wicahyanto, yang menjadi salah satu pendaki tektok alias pendaki yang tanpa bermalam, pulang pergi sekali jalan, mengaku berangkat ke Gunung Lawu pada Minggu dinihari sekitar pukul 02.00.
Dia yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah mengajak enam temannya.
Perjalanan menuju puncak Gunung Lawu dilakukan secara santai.
Sebab, sebagian di antara mereka masih pendaki pemula.
‘’Sampai puncak, alhamdulillah cuacanya cerah.
Meski sempat berkabut, tapi tidak terlalu dingin,” ujarnya.
Kondisi berbeda terlihat di pintu pendakian Gunung Wilis di Desa/Kecamatan Kare. Kondisinya sepi.
‘’Justru ramai minggu - minggu kemarin,’’ aku Ketua Base Camp Kare Eco Adventure Johan Ariesta.
Menurut dia, minggu sebelumnya ada rombongan diklat dari SMAN 6 Madiun dan komunitas runner yang mencapai puluhan orang.
Saat bersamaan momen Suro kemarin, hanya ada dua rombongan pendaki, pasangan suami - istri dari Malang dan Surakarta.
Mereka tidak melakukan ritual Suro, namun para pendaki pecinta alam.
‘’Bukan lelaku mencari berkah Suro,’’ ujarnya.
Sepinya pintu pendakian Gunung Wilis di Kare saat Suro bukan hanya tahun ini.
Juga tahun - tahun sebelumnya.
‘’Kalau pintu pendakian untuk yang ingin lelaku Suro biasanya di Nganjuk,’’ bebernya.
Bagi pecinta alam, sensasi pendakian jalur Kare tidak kalah dengan lokasi lainnya.
Di puncak Lima Trogati 2563 mdpl misalnya, terhampar gugusan pegunungan dan perbukitan luas.
Pendaki bisa camping sambil menikmati pemandangan yang ada. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma