LAMONGAN, Radar Lamongan - Kuliner Babat, seakan tak ada habisnya.
Ada wingko, sate, dan pecel.
Juga, lontong kikil yang tak jauh dari jalan raya.
Mata sapi dan cingur menjadi buruan para pelanggannya.
Gerobak pikulan menjadi salah satu ciri jualan Jumilah, 63, pemilik warung lontong kikil di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Babat.
Pikulan dari rotan yang warnanya sudah agak usang itu menunjukkan bahwa usaha tersebut sudah lama.
Jumilah merintis usaha jualan lontong kikil sejak 1970.
Saat itu, dia membuka usaha bersama suaminya.
Karena usia yang tak lagi muda, Jumilah meminta anaknya Ningsih, 38, untuk menjaga warung dan melayani para pelanggan.
Meskipun demikian, Jumilah tetap ikut menjaga rasa lontong kikil dengan terlibat dalam peracikan bumbu.
Ketepatan memadukan bumbu dapur dan kaldu sumsum hingga menimbulkan rasa yang khas membuat warung ini memiliki banyak pengunjung.
‘’Awal mulanya jualan bersama suami, saat itu masih dipikul di pinggir jalan,’’ kenangnya.
Jumilan berjualan sejak harga seporsi masih Rp 300.
Saat itu, kikil sapi masih dapat dibeli dengan harga Rp 15 ribu per kilogram.
Sekarang, satu porsi lontong kikil dibandrol Rp 15 ribu.
‘’Semua bumbu yang meracik saya. Hanya, sekarang yang menjaga anak saya,’’ ucap nenek 8 cucu ini.
Sehari, warung tersebut menghabiskan 25 - 30 kg daging sapi.
Setiap belanja, bagian kaki, kepala, dan buntut selalu dibeli.
Daging yang dipilih sapi remaja dan jantan.
Alasannya, dagingnya bisa terasa empuk. Merebusnya juga lebih mudah, sekitar 3 - 4 jam lamanya.
Selain itu, Jumilah tak melupakan cingur dan mata sapi.
Bahkan, mata dan cingur seakan menjadi ikon warung ini.
Tekstur hasil masakan dua bagian tubuh sapi itu bikin ketagihan para pelangganya. Sejak dulu sampai sekarang.
Jumilah juga menyiapkan 80 - 100 bungkus lontong. ‘’Kalau buka sejak siang, malam baru tutup,’’ imbuh Jumilah.
Tak hanya para pelanggan warga biasa dari Jawa Timur dan Jawa Tengah yang sering mampir ke warung di dekat jalan raya tersebut.
Para pejabat juga sering merasakan kenikmatan lontong kikil ini.
Bahkan, sejumlah acara di Pendapa Lokatantra Pemkab Lamongan dan Polres Lamongan, menghadirkan lontong kikil Jumilah sebagai hidangannya. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma