Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Melihat Proses Pembuatan Wingko Kriuk Awet Hingga Enam Bulan, Gunakan Beragam Varian Rasa

Anjar Dwi Pradipta • Senin, 3 Juni 2024 | 01:11 WIB
BERAGAM VARIAN: Yuaningsih menunjukkan beragam varian wingko kriuk. (Anjar D. Pradipta / Radar Lamongan)
BERAGAM VARIAN: Yuaningsih menunjukkan beragam varian wingko kriuk. (Anjar D. Pradipta / Radar Lamongan)

LAMONGAN, Radar Lamongan - Cuaca panas menyengat menemani perjalanan wartawan koran ini ke rumah Yuaningsih, produsen wingko di Gang Kenongo, Kelurahan Tlogoanyar, Kecamatan Lamongan, Sabtu (1/6).

Perempuan 50 tahun ini lalu menunjukkan beragam jenis wingko. 

Namun, ada wingko yang secara tampilan berbeda dengan pada umumnya.

Jika yang biasa dijumpai yakni wingko memiliki tekstur yang basah, tapi dia menyulap varian baru wingko berbentuk bulat pipih dan saat dimakan terasa kriuk seperti kripik.

Produk yang dinamai wingko kriuk ini diklaim bisa tahan selama enam bulan.

‘’Tapi wingko ini (wingko basah, Red) tidak bisa tahan lama, tidak sampai empat hari karena tidak memakai bahan tambahan.

Saya kan ingin produk yang tahan lama, akhirnya membuat wingko kriuk,’’ ungkap Yuni, sapaan akrabnya saat menunjukkan wingko kriuk di rumahnya. 

Berawal dari keinginan agar pemasaran wingko bisa lebih luas dengan produk yang tahan lama.

Kini, Yuni sudah mengembangkan sejumlah varian rasa, meliputi wingko kriuk rasa original, durian, capucino, dan kacang almond. 

Sehingga dengan rasa yang bervariatif, maka bisa dinikmati semua kalangan.

Terutama anak muda zaman sekarang, banyak yang kreatif dan selalu ingin hal yang baru.

‘’Prinsipnya harus banyak inovasi dan kreasi, agar tidak cepat bosan konsumen,’’ ujar ibu dua anak ini.

Yuni mengaku dalam pembuatan wingko kriuk membutuhkan beberapa kali percobaan.

Mulai dengan cara digoreng, tapi masih tidak sesuai. Lalu dioven sudah sesuai, tapi takaran bahan masih kurang.

Setelah mencoba beberapa kali, barulah dia menemukan takaran yang pas. 

Bahan wingko kriuk ini sama seperti wingko pada umumnya. Mulai dari bahan utama, yakni kelapa muda, gula, tepung ketan, dan telur.

Namun yang membedakan yakni wingko basah ditambah air kelapa.

Sedangkan wingko kriuk menggunakan mentega agar membuat renyah, serta mengurangi kandungan air pada adonan.

‘’Bahan dasarnya sama, cuma ada beberapa tambahan untuk bisa membuat adonan seperti kue kering,’’ ujarnya.

Awalnya Yuni mengalami kendala dalam pencetakan. Semula dia mencetak wingko kriuk berbentuk kotak.

Akhirnya, dia membuat ukuran lingkaran, karena wingko identik dengam bentuk lingkaram.

Yuni sempat mencetak menggunakan aluminium, tapi justru tangannya sakit.

Sehingga dia menggunakan botol yang dipotong.

‘’Awalnya dipipihkan, baru dibentuk,’’ ujarnya sambil menunjukan cara pembuatan.

Yuni mengaku untuk membuat wingko kriuk biasanya seminggu satu sampai dua kali produksi, dengan sekali produksi sebanyak 80 bungkus.

Satu bungkus memiliki berat 150 gram. Namun, Yuni juga masih memproduksi wingko basah. 

‘’Wingko kriuk hampir tiap hari laku,’’ katanya. (sip/ind)

 

Editor : Anjar D. Pradipta
#lamongan #wingko #kuliner