Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Sushi Pinggir Jalan, Bumbu Khusus Jadi Kunci Harganya Lebih Bersahabat

Arya Nata Kesuma • Minggu, 2 Juni 2024 - 00:00 WIB

 

JAJANAN JEPANG DAN KOREA: Sushi, nigiri, sushi roll, gunkan, mentai, dimsum mentai, dan kimbab yang dijual di pinggir Jalan Basuki Rahmad Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
JAJANAN JEPANG DAN KOREA: Sushi, nigiri, sushi roll, gunkan, mentai, dimsum mentai, dan kimbab yang dijual di pinggir Jalan Basuki Rahmad Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

 

LAMONGAN, Radar Lamongan - Jalan Basuki Rahmad Lamongan layak disebut sebagai street food.

Aneka jenis makanan ringan, berat, dan minuman segar dijual di sepanjang jalan mulai siang hingga malam.

Salah satu titiknya, depan Sport Center Lamongan.

Belasan orang bisa saling berebut sumpit untuk menemukan sushi kesukaannya.  

Jajanan khas negeri matahari terbit ini sedang digandrungi warga Lamongan.

Bukan hanya karena cita rasanya.

Jajanan ini diserbu juga karena harganya yang sangat bersahabat.

Rosidatul Ummah, pemilik usaha ini, menyebut setiap harinya menghabiskan 800 sampai 1.500 pieces sushi, nigiri, sushi roll, gunkan, mentai, dimsum mentai.

Serta jajanan Korea, yakni kimbab.

Dia merintis  bisnis tersebut mulai Juli 2023.

Awalnya, Rosi melihat peluang bisnis berjualan sushi dan sejenisnya belum banyak di Lamongan.

Dia belajar secara otodidak melalui youtube.

Saat dicicipi, hasilnya tidak mengecewakan.

‘’Saya coba dulu di rumah.

Tester ke keluarga dan ternyata suka, akhirnya keterusan bisnis hingga sekarang,” cerita perempuan berusia 25 tahun itu.

Rosi suka tantangan  dan hobi memasak.

Dia tidak pernah punya perasaan takut gagal.

Rosi tertantang untuk mendapatkan bahan - bahannya jajanan yang ingin dijualnya.

Tidak semua bahan racikan yang digunakan bisa ditemui di Lamongan.

Rosi mencontohkan nori dan beras untuk bahan jajanannya harus pesan melalui distributor di luar kota.

Dia sengaja menggunakan bahan yang premium agar jajanan yang dibuatnya memiliki cita rasa yang nomor satu.

Menurut Rosi, secara menu dan bahan, sebenarnya sudah banyak dan mudah dipelajari. Hanya setiap pengusaha memiliki bumbu khusus yang menjadi pembeda.

“Saya memang memilih beras yang pulen, dan ada bumbu khusus untuk menjadikan cita rasa lebih lezat,” terang perempuan yang tinggal di Perum BLR Lamongan itu.

Setiap harinya, Rosi buka di depan Sport Center Lamongan.

Jika Minggu, maka produksinya bisa empat kali lipat dari hari biasa.

Apalagi, dia juga membuka di arena CFD.

Saat berjualan Minggu pagi itu, produksinya dilakukan malam.

Sebab, semuanya harus fresh. Sushinya juga matang karena menyesuaikan lidah masyarakat Lamongan.

Ria, salah satu pembeli rela antre sebelum lapak buka.

Dia sudah lima kali membeli aneka makanan dari negara Asia itu.

Menurut Ria, selain rasanya, dirinya ingin membeli lagi karena harganya terjangkau.

Dua wadah masing-masing berisi lima pieces, dirinya hanya membayar sekitar Rp 35 ribu.

“Saya yang sudah bekerja saja lebih senang jajan di sini, macamnya banyak dan rasanya juga tidak kalah dengan resto,” ujarnya. (rka/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#nori #street food #Sport Center Lamongan #tester #sushi