Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Lontong Pecel Sayur Lodeh Bungkusnya Daun Jati hanya Rp 6 Ribu Per Porsi, Tempatnya di Pasar Ini

Arya Nata Kesuma • Minggu, 21 April 2024 | 01:33 WIB
JANGAN KESIANGAN: Ani Wasiah di tempat berjualan lontong pecel sayur lodeh di Pasar Kedungpring. Satu porsi harganya hanya Rp 6 ribu. (GAMAL A/RADAR.LMG)
JANGAN KESIANGAN: Ani Wasiah di tempat berjualan lontong pecel sayur lodeh di Pasar Kedungpring. Satu porsi harganya hanya Rp 6 ribu. (GAMAL A/RADAR.LMG)

KEDUNGPRING, Radar Lamongan — Mencari penjual pecel lontong di Pasar Kedungpring cukup gampang.

Sebab, para penjual pecel daun jati tersebut berada di satu deretan.

Mereka berjejer menjual menu makanan yang sama.

Ani Wasiah, salah satu penjual pecel di pasar tersebut, menjelaskan, dirinya berjualan di tempat tersebut menggantikan orang tuanya yang sudah meninggal dunia. Orang tuanya berjualan sejak 1990.

Sedangkan dia, sekitar tujuh tahun ini berjualan lontong pecel di tempat tersebut.

"Satu deretan sini. Semua penjual lontong pecel semua, dan harganya sama," tuturnya.

Sebelum dilayani, pengunjung bakal ditanyai makanan yang diinginkan.

Bisa lontong pecel saja, atau lontong pecel campur sayur lodeh. Salah satu isi sayur lodehnya, pepaya muda yang diiris — iris kecil.

Dengan harga Rp 6 ribu per porsi, pengunjung mendapatkan lontong pecel sayur lodeh dengan dua iris tempe goreng.

Lontong pecel di Pasar Kedungpring seporsi dengan harga 6 rb (GAMAL A/RADAR.LMG)
Lontong pecel di Pasar Kedungpring seporsi dengan harga 6 rb (GAMAL A/RADAR.LMG)

Makanan itu dibungkus menggunakan alas daun jati yang dilapisi daun pisang.

Baca Juga: Hanya Buka Malam, Nasi Bali Bu Yayuk Empat Jam Habiskan 12 Kg Beras

"Sebelum lebaran kemarin harga masih Rp 5 ribu, namun saat ini semua sepakat dengan harga Rp 6 ribu," tuturnya.

Sehari, Ani menghabiskan sekitar 10 kilogram (kg) beras untuk bahan lontong.

Sementara bumbunya, menghabiskan sekitar 2 kg kacang untuk bahan pecel.

Ani berjualan mulai pukul 05.00 — 09.00.

"Rata — rata semua yang berjualan di sini sudah turun menurun, ke anaknya semua," jelasnya.

Selain warga sekitar Pasar Kedungpring, pembeli lontong pecel terkadang berasal dari luar kecamatan.

Seperti saat lebaran lalu. Warga yang pulang dari perantauan mampir untuk sarapan.

Saat Minggu, lontong pecel juga cepat habis. Sebab, perkumpulan atau klub gowes sering mampir ke pasar untuk mengisi perut. (mal/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#sayur lodeh #kedungpring #Lontong pecel #pasar #kuliner