Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Gunung Ijen Beri Dampak Kopi Banyuwangi Terasa Istimewa, Lima Produk Paling Dicari, Ada Jaran Goyang dan Ada yang Dipercaya Tingkatkan Vitalitas

Arya Nata Kesuma • Senin, 11 Maret 2024 | 21:37 WIB
MASIH MENTAH: Biji kopi sebelum diolah menjadi bubuk. (DOK RADAR LAMONGAN)
MASIH MENTAH: Biji kopi sebelum diolah menjadi bubuk. (DOK RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, Radar Lamongan — Selain dikenal sebagai salah satu kota wisata di Jawa Timur, Banyuwangi juga dikenal sebagai penghasil kopi.

Dengan kondisi geografis yang memiliki banyak pegunungan, salah satunya Gunung Ijen yang terkenal dengan blue fire di kawahnya, rasa kopi di Banyuwangi menjadi cukup khas.

Aroma belerang mewarnai sebagian citra rasa kopi Banyuwangi.

Tanaman kopi bisa subur di Banyuwangi tidak hanya karena adanya deretan pegunungan berapi di sebelah barat.

Juga ada Selat Bali yang membentang di sebelah timur.

Sehingga, sinar matahari cukup bagus untuk pertumbuhan kopi.

Dilansir dari Radar Banyuwangi, ada lima produk kopi Banyuwangi yang paling diburu wisatawan lokal maupun mancanegara untuk dinikmati dan dibawa pulang sebagai oleh — oleh.

1. Kopi Lego

Kopi Lego dihasilkan dari perkebunan di Lerek Gombengsari, Kecamatan Kalipuro.

Nama Kopi Lego diambilkan dari singkatan Lerek Gombengsari.

Pengolahan kopi ini dilakukan secara manual oleh pekebun Lerek Gombengsari.

Varian yang ditawarkan di antaranya, robusta, arabika, dan house blend.

2. Kopi Telemung

Lokasinya masih berada di Kecamatan Kalipuro.

Selain beternak, warga desa setempat berkebun kopi.

Nama desa mereka dijadikan brand.

Kopi Telemung ada yang dijual berbentuk bubuk, biji yang sudah disangrai, hingga biji mentah.

Ada juga single origin seperti kopi Espresso Based, Robusta Telemung, dan Kopi Lanang Telemung.

3. Kopai Osing

Tempat pengolahan kopai ini berada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

Kopai Osing tidak hanya terkenal di level lokalan Banyuwangi.

Namun, di kalangan penikmat kopi nusantara, merk Kopai Osing sudah tak asing.

Bahkan, sebagian turis asing menyukainya.

Pemasaran Kopai Osing lebih diutamakan jenis kopi Arabika.

Bahkan kopinya berasal dari pekebun kopi Banyuwangi.

Varian rasanya, ada Arabica Osing Blend.

Varian kopi ini lebih disarankan bagi penikmat kopi pemula.

Sementara penikmat kopi yang ingin rasa murni dari Arabica, dengan sedikit masam dan pahit, namun bikin kepingin lagi, disarankan memilih Arabica single origin.

Ada juga varian liberika, yang rasanya lebih pahit dari Arabika, namun rasa kopinya lebih ringan dari robusta.

4. Kopi Malangsari

Bukit Malangsari di Kecamatan Kalibaru sangat cocok untuk perkebunan kopi.

Jenis kopi robusta yang paling banyak dikembangkan di perkebunan tersebut.

Salah satu produk andalan, Kopi Lanang.

Katanya sih, bisa untuk meningkatkan vitalitas. 

5. Kopi Jaran Goyang

Sebelum dijadikan nama kopi, Jaran Goyang lebih dulu dikenal sebagai satu satu ajian khas Banyuwangi.

Nama Jaran Goyang juga menjadi salah satu tari Banyuwangi.

Kopi Jaran Goyang dikembangkan kelompok pemuda Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

Bagi yang berkunjung ke Kediren, nuansa rumah adat osing dan berbagai ornamen klasik plus alam pedesaan, bakal meningkatkan citra rasa kopi itu saat diseduh.

Varian kopi arabika dan robusta menjadi andalan Kopi Jaran Goyang.

Sudah berkunjung ke Banyuwangi? Tak ada salahnya menyeduh kopi sambil menikmati liburan dengan alam wisatanya.

Editor : Arya Nata Kesuma
#bali #wisatawan #kopi #gunung ijen #banyuwangi