LAMONGAN, Radar Lamongan - Dikelilingi kawasan hutan, membuat udara di sekitar Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang sering terasa sejuk.
Banyaknya kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya nasional jurusan Ngimbang - Jombang, menjadi peluang usaha kuliner.
Pengguna jalan bisa makan dan menikmati alam sekitar.
Istirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan. Seperti yang dilakukan Uryani, 34.
Dia berusaha menarik minat pengguna jalan dengan kuliner asem asem balungan sapi.
Sejak setahun terakhir Uryani menjadi pemilik warung kuliner tersebut.
Sebab, sang pemilik warung lama, yang juga budhe-nya, meninggal.
‘’Budhe meninggal satu tahun lalu. Karena tak ada yang meneruskan, sehingga saya,’’ tuturnya.
Uryani tak kesulitan mengelola warung tersebut. Dia sudah ikut menjaga warung itu sejak remaja pada 2003. Uryani hampir setiap hari melihat sang budhe meracik bumbu asem – asem balungan.
Karena itu, dia hapal tanpa mencatat di kertas terkait takaran bumbu dan cara memasak asem - asem balungan yang sedap.
‘’Untuk bumbunya tak begitu ribet dibandingkan bumbu masakan yang lainnya,’’ ujar ibu dua anak ini.
‘’Yang pasti menggunakan asam Jawa untuk masakan tersebut,’’ imbuhnya.
Setiap harinya, dia menghabiskan 10 kilogram balungan iga sapi. Rata – rata pembelinya, datang siang hari.
‘’Untuk dagingnya direbus 4 sampai 5 jam, tergantung daging sapinya,’’ jelasnya.
Satu porsi yang harganya Rp 25 ribu itu mampu menarik pengguna jalan dari Jombang, Mojokerto, Surabaya, hingga Tuban untuk mampir.
Makan dan istirahat sebelum melanjutkan perjalanan. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma