Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Soto Lamongan, Kuliner Khas Jawa Timur yang Mendunia : Inilah Sejarahnya

Bachtiar Febrianto • Sabtu, 26 Juli 2025 - 17:45 WIB
Pedagang Soto di Kecamatan Pucuk Lamongan.
Pedagang Soto di Kecamatan Pucuk Lamongan.

RADARLAMONGAN.CO, JAWAPOS.COM – Gurih kuahnya, wangi rempahnya, dan taburan koya khas di atasnya—Soto Lamongan bukan sekadar makanan, melainkan kisah warisan rasa yang telah menembus batas-batas wilayah hingga internasional. Siapa sangka, semangkuk soto yang akrab di lidah ini ternyata menyimpan jejak sejarah panjang dari pesisir utara Jawa Timur.

Kuliner ini dipercaya lahir dari tradisi memasak masyarakat Lamongan yang sejak dulu akrab dengan bahan-bahan rempah lokal. Tak seperti soto lainnya, Soto Lamongan punya ciri khas yang mudah dikenali: kuah kuning kental dari kunyit, irisan ayam kampung, taburan koya bawang putih-kerupuk udang, serta pelengkap berupa telur, soun, dan kol segar.

‘’Dulu soto ini hanya dijual di pasar-pasar desa dan kota kecil Lamongan. Tapi kini bisa ditemukan di Jakarta, Bali, bahkan luar negeri seperti Belanda dan Jepang,” cerita Mbah Salim, mengaku warga Desa Kebontengah yang sudah berjualan soto sejak 1970-an.

Desa Kebontengah, Kecamatan Sukodadi, sering disebut-sebut sebagai salah satu kampung awal berkembangnya Soto Lamongan. Dari sinilah banyak perantau memulai usaha warung soto dan sukses mengibarkan nama daerah asalnya. Tak heran, banyak warung soto di kota besar yang menyematkan embel-embel “Asli Lamongan” sebagai jaminan otentisitas rasa.

Soto Lamongan.
Soto Lamongan.

Menurut catatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan, terdapat lebih dari 2.000 pelaku UMKM yang bergerak di sektor kuliner soto di dalam dan luar kota. Angka ini terus bertambah seiring menjamurnya warung Soto Lamongan yang tak hanya menjadi sumber ekonomi, tetapi juga sarana promosi budaya.

Lebih dari sekadar makanan, Soto Lamongan kini menjadi jembatan kultural. Di acara-acara kenegaraan, perhelatan kuliner, hingga dapur restoran internasional, nama soto ini kian harum. Bahkan sejumlah chef diaspora Indonesia tak ragu mengenalkan Soto Lamongan sebagai menu unggulan saat tampil di luar negeri.

“Orang luar suka karena rasanya kuat, gurih tapi tetap ringan,” ujar Chef Anton, juru masak asal Indonesia yang bekerja di sebuah restoran Asia di Berlin.

Kini, setiap sendok Soto Lamongan bukan hanya menyuguhkan kelezatan, tapi juga membawa cerita panjang: dari dapur desa hingga meja-meja makan di dunia. Sebuah bukti bahwa warisan kuliner lokal punya daya jelajah yang tak terbendung.(feb)

 

Editor : Anjar D. Pradipta
#Soto Lamongan #lamongan #makanan #kuliner