LAMONGAN, Radarlamongan.co - Lebaran identik dengan berbagai sajian di atas meja rumah warga, seperti aneka kue kering (kuker). Di pertengahan Ramadan ini para produsen mulai disibukkan membuat kue kering pesanan para pelanggannya. Seperti Ati Imayati, produsen kue kering di Perum Graha Indah Blok AJ Nomor 4 Deket Wetan, Kecamatan Deket.
Menurut dia, nastar masih menjadi primadona saat Lebaran. Nastar merupakan kue dari adonan tepung terigu, mentega, dan telur yang diisi dengan selai nanas, cokelat, dan lain sebagainya. Agar tidak monoton, Atik, sapaan akrabnya mengkombinasikan antara pie nanas dengan nastar, hingga lahir produk nastar kekinian.
Kuker pie nanas ini dinilai lebih kekinian, yakni bisa menikmati nastar dengan cara yang baru dan tampilan baru. Jika biasanya nastar berbentuk bulat, tapi produknya ini dikreasikan berbagai macam bentuk. ‘’ Cara baru menikmati nastar 2025,’’ ujar ibu lima anak ini.
Untuk menjaga kualitas rasa, dia memilih bahan berkualitas, serta selai yang digunakan merupakan buatan sendiri.
Membuat selai nanasnya saja membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Sebanyak 15 nanas yang sudah diblender, lalu dimasak di wajan berukuran jumbo.
‘’Alasan kenapa membuat selai sendiri, selain untuk menekan HPP (harga pokok penjualan), juga menjaga kualitas produk kami,’’ imbuhnya.
Atik mengakui, pembuatan nastar kekinian ini lebih rumit jika dibanding nastar biasanya. Proses pembuatannya yakni setelah adonan selesai, ditimbang sesuai takaran, kemudian dicetak sesuai cetakan, lalu diisi selai nanas dan diberi pagar adonan.
‘’Ada step tambahan dari pada nastar pada umumnya, tapi dari segi rasa pie nanas (nastar kekinian) ini lebih crunchy dan tidak bikin bosan,’’ ujar perempuan 42 tahun ini.
PESANAN MENINGKAT, TAMBAH TENAGA PRODUKSI.
Ramainya pesanan saat Ramadan ini, membuat Ati Imayati menambah tenaga dua orang untuk membuat nastar kekinian dan kue kering (kuker). Dalam sehari, dia bisa memproduksi hingga 24 toples.
‘’Untuk penjualan sebagain besar dalam kota, tapi sebelumnya ada pesanan dari luar Jawa, kirim ke Sulawesi Tenggara,’’ tutur Atik.
Atik membuka pesanan sejak sebelum Ramadan. Namun ramai pesanan saat memasuki Ramadan. Saat ini, dia sudah tutup order, karena sangking banyaknya pesanan.
Dia mengakui, saat Ramadan ini pesanan meningkat sekitar 80 persen dibanding hari biasa. Pesanan terbanyak nastar kekinian. ‘’Alasan kami menjaga kepuasan konsumen. Kecuali kalau target sudah terpenuhi, bisa membuka pesanan lagi,’’ ucapnya.
Produsen kue kering asal Kalitengah, Kiki Shofiah juga mengakui jika pesanan kuker membludak jika dibandingkan Ramadan tahun lalu.
‘’Ada peningkatan 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya,’’ imbuhnya.
Kiki, sapaan akrabnya menjelaskan, dia membuat 9 macam kuker. Namun yang paling banyak dipesan yakni nastar dibanding kuker lainnya. Menurut dia, pesanan mulai ramai mulai minggu pertama Ramadan.
‘’ Biasanya dipakai parsel juga,’’ imbuhnya. (sip/ind)