Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Misteri Gunung Kawi: Di Balik Harmoni Budaya dan Pesona "Putri Tidur", Ada Magnet Berburu Pesugihan

Redaksi • Rabu, 20 Mei 2026 | 20:30 WIB
SERING JADI TEMPAT RITUAL: Keindahan Gunung Kawi dari kejauhan yang menyimpan hal mistis. (Radar Malang)
SERING JADI TEMPAT RITUAL: Keindahan Gunung Kawi dari kejauhan yang menyimpan hal mistis. (Radar Malang)

radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Gunung Kawi yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Blitar tak sekadar menawarkan keindahan alam. Di kalangan masyarakat luas, gunung yang sudah lama tidak aktif ini lebih dikenal sebagai episentrum spiritualitas yang kental dengan aroma ritual pesugihan dan pencarian kejayaan instan.

Di balik julukan eksotisnya sebagai "Gunung Putri Tidur"—karena siluet gugusan pegunungannya yang menyerupai lekuk tubuh seorang wanita yang sedang berbaring—Gunung Kawi menyimpan daya tarik mistis yang magnetis bagi para pemburu berkah dan kelancaran usaha.

 

Mitos Daun Keberuntungan Pembawa Kekayaan

Titik utama yang paling disorot oleh para pencari pesugihan dan peziarah adalah area Pesarean Gunung Kawi. Di Gunung Kawi ini, terdapat sebuah pohon yang sangat dikeramatkan dan menjadi ikon mistis, yaitu pohon dewandaru.

Mitos yang mengakar: kejatuhan daun, ranting, atau buah dari Pohon Dewandaru dipercaya secara turun-temurun dapat membawa keberkahan luar biasa, penglaris, hingga kelancaran usaha yang instan bagi siapa saja yang berhasil mendapatkannya tanpa sengaja.

Tak heran, banyak peziarah yang rela menghabiskan waktu, duduk sangat lama di bawah pohon ini, berharap "rezeki nomplok" berupa jatuhnya daun Dewandaru demi mengubah nasib finansial mereka.

 

Akulturasi Mistis: Perpaduan Tionghoa dan Jawa

Keunikan lain yang menambah kental atmosfer spiritual di Pesarean ini adalah akulturasi budayanya yang pekat. Area makam dan keraton didominasi corak visual khas Tionghoa zaman dulu, lengkap dengan ornamen merah. Di tengah nuansa pecinan tersebut, pengelola operasional tetap mengenakan pakaian adat tradisional Jawa lengkap.Baca Juga: Gunung Kawi, Salah Satu Tempat Keramat untuk Ritual

Pemandangan ini menjadi bukti nyata bagaimana harmoni, toleransi, dan pencarian berkah spiritual antar-etnis serta antar-agama telah mengakar kuat di kaki Gunung Kawi selama ratusan tahun.

 

Sisi Lain: Surga Pendaki di Puncak Buthak

Bagi mereka yang ingin menepi dari hiruk-pikuk mistis, Gunung Kawi tetap menyajikan panorama alam yang megah bagi para pencinta alam. Jalur pendakian yang asri bisa diakses melalui pos Precet atau Kucur. Gunung ini memiliki puncak tertinggi setinggi 2.880 mdpl yang dikenal dengan nama Gunung Buthak. Dari atas puncak, pendaki akan disuguhi panorama spektakuler 360 derajat yang mengepung area perkotaan Kota Batu dan Kota Malang dan Kepanjen. Juga, kilauan air dari Bendungan Sutami (Karangkates) di sisi selatan. Baca Juga: Siapa Saja yang Cari Pesugihan di Gunung Kawi? Pesulap Merah Bongkar Data Buku Tamunya!

Antara mitos pesugihan yang melegenda dan keindahan alam yang memukau, Gunung Kawi tetap berdiri kokoh sebagai salah satu destinasi paling misterius sekaligus memikat di Jawa Timur. Apakah Anda tertarik datang untuk mendaki, atau justru penasaran menunggu jatuhnya daun Dewandaru? (*)

Editor : Arya Nata Kesuma
#dewandaru #puncak buthak #keraton #putri tidur #gunung kawi