radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Bagi yang senang menjalani ‘’lelaku’’, nama Bukit Surowiti tentulah tidak terlalu asing.
Bukit di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik itu memiliki dua wajah yang sama – sama menarik.
Pertama, bukit ini sebagai destinasi wisata religi yang sarat akan sejarah Wali Songo, khususnya Sunan Kalijaga.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Airlangga di Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan
Sebab, Bukit Surowiti disebut – sebut sebagai saksi bisu Sunan Kalijaga (Raden Said) pertama kali bertemu dengan gurunya, Sunan Bonang.
Menurut cerita sejarah (babad), bukit ini menjadi lokasi di mana Raden Said, yang kala itu masih dikenal sebagai sosok ‘’berandal’’, mendapat gemblengan spiritual yang mengubah jalan hidupnya.
Kekeramatan utama Bukit Surowiti berpusat di Gua Langsih.
Di dalam gua ini, sebagian masyarakat meyakini Raden Said melakukan bertapa atau mengasingkan diri (uzlah) selama bertahun-tahun.
Tujuannya, membersihkan diri dan menerima ilmu spiritual langsung di bawah bimbingan Sunan Bonang.
Selain Gua Langsih, ada beberapa tempat lain yang bernilai sejarah.
Seperti makam Empu Supo yang dikenal sebagai ahli pembuat keris ternama dari era Kerajaan Majapahit.
Empu Supo disebut – sebut sebagai sahabat dekat Sunan Kalijaga.
Kemudian, makam Raden Bagus Mataram Surowiti. Raden Bagus Mataram Surowiti adalah salah satu murid Sunan Kalijaga.
Nama dia disebut – sebut menjadi cikal bakal dari nama Desa Surowiti sampai saat ini.
Namun, ada cerita lain tentang nama Desa Surowiti. Yakni, berasal dari kepanjangan Suro Astono Ingkang Miwiti.
Suro Astono adalah pemimpin di Selorongin sebelum Surowiti. Desa ini lalu kedatangan gerombolan perampok yang dipimpin Surogento bikin onar.
Suro Astono kemudian meminta bantuan kepada Raden Seco. Raden Seco berhasil menaklukkan gerombolan Surogento.
Raden Seco lalu memberi saran agar penduduk pindah dari desa itu. Menunjuk ke arah bukit Surowiti tersebut.
Di bukit Surowiti juga ada cerita Raden Bagus Mataram membawa tujuh peti emas yang dibawa naik ke bukit.
Empat peti di antaranya digunakan mendirikan Kerajaan Demak. Sisanya, terkubur di Bukit Surowiti.
Cerita berbagai versi yang berkembang tentang bukit tersebut akhirnya membuat sebagian masyarakat di Gresik dan luar mempercayai hal-hal yang berbau mistis dan gaib di kompleks petilasan Sunan Kalijaga.
Banyak orang yang percaya bahwa datang dan bertapa di Bukit Surowiti. Konon, apa yang dicita-citakan atau keinginan mereka segera terkabul.
Seseorang yang ingin dilancarkan usahanya, maka ritualnya di makam Raden Bagus Mataram.
Jika ingin memiliki ilmu kebal atau kekuatan, maka mereka lelaku tapa bratanya di makam Empu Supo. Sedangkan yang ingin mendapatkan jodoh, maka mereka menjalani ritual di Goa Jodoh. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma