Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Jangan Lakukan Ini Saat Malam 1 Suro, Ada Pantangan yang Masih Dipercaya Masyarakat Jawa

Anjar Dwi Pradipta • Kamis, 26 Juni 2025 | 21:59 WIB
Bukan sekadar malam biasa, bagi masyarakat Jawa, malam ini diyakini menyimpan energi spiritual yang besar.
Bukan sekadar malam biasa, bagi masyarakat Jawa, malam ini diyakini menyimpan energi spiritual yang besar.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Malam 1 Suro yang menandai pergantian tahun baru dalam penanggalan Jawa kerap dipenuhi suasana sakral.

Bukan sekadar malam biasa, bagi masyarakat Jawa, malam ini diyakini menyimpan energi spiritual yang besar, sehingga sejumlah pantangan dan larangan masih dipegang erat hingga kini.

Berikut enam hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat malam 1 Suro, menurut kepercayaan masyarakat dan kearifan lokal Jawa:

1. Menggelar Pesta atau Hiburan Berlebihan.

Malam 1 Suro dianggap sebagai waktu untuk hening dan instrospeksi. Acara seperti konser, pesta meriah, atau hiburan dengan suara keras diyakini menodai kesakralan malam ini. Budaya tirakat atau menyendiri jauh lebih dihormati pada momen tersebut.

2. Keluar Rumah Tanpa Tujuan Jelas.

Sebagian orang percaya bahwa malam ini merupakan waktu kerajaan gaib beraktivitas. Keluar rumah sembarangan tanpa niat yang jelas dianggap bisa mengundang gangguan dari makhluk halus atau bahkan membawa sial.

3. Menikah atau Menggelar Hajatan.

Tradisi Jawa melarang menggelar pernikahan atau pesta besar sepanjang bulan Suro, terutama malam pertamanya. Konon, pernikahan yang dilakukan di bulan ini diyakini kurang berkah atau membawa nasib buruk dalam kehidupan rumah tangga.

4. Mengucapkan Kata-Kata Kasar atau Sumpah Serapah.

Ucapan dianggap memiliki kekuatan spiritual lebih kuat pada malam ini. Maka itu, masyarakat diajak menjaga tutur kata dan menghindari emosi negatif. Apa yang terucap diyakini lebih mudah menjadi nyata—baik itu doa maupun kutukan.

5. Melakukan Perjalanan Jauh atau Bepergian ke Tempat Sepi.

Perjalanan jauh, terutama menuju lokasi sepi atau angker, dianggap rawan karena malam 1 Suro diyakini sebagai malam "pintu-pintu gaib" terbuka. Orang tua Jawa biasa melarang anaknya keluar malam pada waktu ini.

6. Mengganggu Ritual Orang Lain.

Beberapa kalangan menjalani tirakat, tapa bisu, atau ziarah dalam diam pada malam ini.

Mengganggu, menertawakan, atau meremehkan praktik tersebut bisa dianggap tidak sopan, bahkan diyakini membawa karma buruk.

Makna Budaya di Balik Larangan

Meski tidak semua generasi muda percaya pada pantangan tersebut, memahami nilai-nilai di baliknya bisa menjadi bagian dari penghargaan terhadap tradisi.

Malam 1 Suro mengajarkan manusia untuk berhenti sejenak, merenung, dan memperbaiki diri. (jar)

Editor : Anjar D. Pradipta
#jawa #lamongan #sakral #malam 1 suro #kearifan lokal