LAMONGAN, Radar Lamongan - Sejak remaja, St Ainur Rohmah, M.Pd suka menjahit baju.
Kebiasaan menjahit itu terus dilakukan hingga sekarang.
Namun, dia tidak lagi menerima pesanan dari luar.
Ainur cukup menjahit miliknya sendiri dan keluarga.
‘’Kalau kita menjahit, ada kepuasan sendiri,’’ katanya.
Ainur terkadang melihat model baju di internet.
Ketika dilihat harganya mahal, maka mencontoh garis besar modelnya.
Selanjutnya, dia membeli bahan dan menjahitnya.
Biaya yang dikeluarkannya menjadi lebih ekonomis dibandingkan membeli baju di toko atau pusat penjualan online.
‘’Kalau jahit suka baju perempuan.
Menjahit itu menyenangkan, ibarat kita bisa menyalurkan bakat kita,’’ ujar Ketua IGTKI Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan tersebut.
Jika menjahitkan baju ke orang lain, kata Ainur, terkadang kurang pas, kebesaran atau kekecilan.
Sehingga, perlu dipermak lagi.
Karena itu, dia memilih menjahit sendiri.
Apalagi anak perempuannya juga sering minta dijahitkan baju.
‘’Saya suka jahit baju perempuan,’’ ucap kepala TK Muslimat Tanwirul Maarif Takerharjo, Kecamatan Solokuro itu.
Di lingkup kerjanya, Ainur bakal melaksanakan manasik haji cilik (27/2) dan mengadakan gebyar prasiaga di lapangan Desa Payaman awal bulan depan.
‘’Di situ ada penampilan melatih kemandirian anak, kemudian kesigapan karakter anak,’’ ucapnya. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma