LAMONGAN, Radar Lamongan - Laura Putri Fanniya dilatih orang tuanya untuk mandiri.
Sejak umur empat tahun, dia dipondokkan.
Lokasi pondoknya memang masih satu desa. Namun, beda dusun.
Dia tidur di pondok, yang jaraknya tak terlalu jauh dari rumah.
‘’Kerasan (betah, Red) di pondok karena banyak teman,’’ ujar anak TK Anggrek, Kecamatan Kedungpring ini.
Di pondok tersebut, Putri tidak sendirian.
Kakaknya juga ikut tinggal di pondok itu.
‘’Mengajinya lebih ke hafalan alquran,’’ ucap anak enam tahun ini.
Saat ini, dia baru hafalan juz 30. Itu pun masih setengah jalan.
Jika mengacu jadwal, maka pondok hanya memberikan waktu pulang setahun sekali.
Namun, bila orang tua Putri izin ke kiai di pondok untuk pulang, maka dia diperbolehkan pulang.
‘’Cita-cita saya ingin menjadi guru,’’ kata finalis Festival Kolase 2023 kategori TK B dalam rangka Hari Ibu, yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Lamongan bersama Dinas Pendidikan Lamongan dan IGTKI Kabupaten Lamongan ini. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma