LAMONGAN, Radar Lamongan - Festival Kolase 2023 yang digelar Jawa Pos Radar Lamongan, Dinas Pendidikan Lamongan, dan IGTKI Kabupaten Lamongan di Pendopo Lokatantra Pemkab Lamongan (19/12) dinilai sejumlah kalangan unik.
Selain tekniknya yang menyobek, tidak boleh menggunakan benda tajam seperti pisau, gunting, dan sejenisnya, bahannya kertas koran yang tercetak foto dan teks berita.
Ketua Dewan Juri Final Festival Kolase 2023, Warjito, mengatakan, festival kolase menambah khasanah jenis festival selain mewarnai dengan cat atau crayon.
‘’Teknik kolase apalagi dengan bahan koran, mempunyai tantangan pemikiran sensasi tersendiri buat anak- anak,’’ ujarnya.
Dia menjelaskan, anak-anak harus memadukan dan menempel warna yang diambil dari cetakan foto dan tulisan di koran. Hal ini tidak sebebas ketika memilih warna warni cat dan crayon untuk disapukan atau digoreskan pada bidang sesuai keinginannya.
‘’Meskipun format obyek yang diberikan ke semua peserta sama, tapi dengan teknik tempel, ini hasilnya bisa dipastikan akan sangat berbeda karena keunikan bahannya koran,’’ ungkapnya.
Dia menuturkan, jika menggunakan cat atau crayon, maka bisa saja anak yang satu sanggar atau TK memiliki asumsi warna favorit sama. Mereka akan menganggap warna bagus yang dicontohkan oleh pembimbingnya.‘’Dengan teknik kolase pun aspek psikis dan motorik anak tetap terlatih,’’ ujarnya.
Koordinator pengawas TK Kabupaten Lamongan, Mujianah, merasa sangat bangga kepada anak-anak. Mereka dinilai kreatif dalam mengikuti lomba. Ke depannya, dia berharap anak-anak bisa lebih mandiri dalam mengikuti kegiatan. ‘’Untuk lebih bagus lagi, dan berani lagi,’’ ucapnya. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma