LAMONGAN, Radar Lamongan - Final dan awarding festival kolase Radar Lamongan bersama Dinas Pendidikan Lamongan dan IGTKI Kabupaten Lamongan berjalan sukses Selasa (19/12).Seluruh finalis Festival Kolase 2023 pulang tidak dengan tangan hampa. Mereka pulang membawa piala dan piagam penghargaan. Anak – anak yang mengikuti final di Pendopo Lokatantra Pemkab Lamongan bergembira ria. Anak – anak bersemangat mengerjakan kolase secara mandiri. Sebab, para Bunda tidak boleh mendampingi. Mereka hanya diperbolehkan memberikan dukungan dari luar bangunan pendopo.
Selain melatih berkolase secara mandiri, anak – anak juga dilatih bersosialisasi dengan finalis festival kolase lainnya. Meski tidak berasal dari satu kecamatan, terlihat ada peserta finalis yang berani mengajak bicara finalis lainnya yang duduk di sebelahnya. Saat kebelet pipis, mereka juga berani mengungkapkan dengan mengangkat tangan ke atas. Mereka tidak ragu ketika diantar orang lain, pengurus IGTKI Kabupaten Lamongan, yang selalu mengawal kebutuhan anak – anak saat mengikuti festival kolase.
Ketika pengerjaan kolase selesai, anak – anak TK dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lamongan itu pun kembali bertemu dengan bundanya. Mereka semakin gembira karena kehadiran Badut Pelangi yang tampil menghibur. Apalagi, sang badut kerap memberikan hadiah bagi anak – anak yang bisa menjawab pertanyaan. Festival yang gembira ria ini sesuai program pendidikan bagi TK PAUD yang menyenangkan.
Para mom tak mau ketinggalan. Mereka bergaya di atas panggung ketika dipanggil sang badut untuk menerima hadiah. Mom and kids semua gembira.
Sastuni, walimurid anak TK dari Kecamatan Modo, mengatakan, anaknya yang nomor dua yang mengikuti final festival kolase. ‘’Alhamdulillah bagus sekali (acaranya), anaknya semangat, tapi ibunya dredek (grogi),’’ katanya.
Menurut dia, anaknya lolos setelah menjalani seleksi di lembaga TK. Kemudian, berfestival lagi di tingkat kecamatan. Hingga akhirnya lolos final ke Kabupaten Lamongan. ‘’Harapan, kegiatan bagus (diadakan lagi), supaya anak-anak kreatif, pinter, dan sekolah maju,’’ harapnya.
Fitria Watiningsih, walimurid TK dari Plosowahyu, Kecamatan Lamongan, mengatakan, anaknya melakukan persiapan selama seminggu dengan menyobek koran siang dan malam. ‘’Anak lebih bisa kreatif,’’ ujarnya.
Ayu Yuliana, walimurid TK dari Kecamatan Paciran, mengatakan, anaknya melakukan persiapan kurang lebih satu minggu.
‘’Tidak juara tidak apa-apa, yang penting anaknya sudah mau, berani, ‘’ katanya.
‘’Harapan ke depan semoga ada lomba lagi,’’ harapnya. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma