Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Benarkah Mobil Listrik Hemat di Kota, Boros di Jalan Tol?. Simak Fakta di Balik Kendaraan Non-BBM Tersebut

Redaksi • Senin, 27 April 2026 | 11:37 WIB
Mobil listrik belakangan banyak dilirik, karena dinilai memiliki konsumsi energi yang lebih hemat. (GEMINI AI/RADAR LAMONGAN)
Mobil listrik belakangan banyak dilirik, karena dinilai memiliki konsumsi energi yang lebih hemat. (GEMINI AI/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Terjebak kemacetan selalu menjadi keluhan utama bagi para pengguna mobil berbahan bakar bensin atau solar.

Selain waktu dan tenaga terbuang percuma, konsumsi bahan bakar kerap melonjak drastis.

Hal ini terjadi karena mesin pembakaran internal tetap bekerja dan mengkonsumsi bahan bakar meskipun kendaraan dalam kondisi diam atau bergerak pelan.

Baca Juga: Keunikan Ayam Ekor Lidi Menarik Perhatian Pecinta Ayam Hias di Lamongan

Berbanding lain dengan mobil listrik. Kondisi tersebut tidak akan kalian temui saat berhenti di tengah kemacetan.

Konsumsi daya yang dikeluarkan oleh kendaraan berbasis baterai ini justru dinilai beberapa sumber lebih minim.

Namun, pantauan terhadap perilaku kendaraan listrik menunjukkan kebalikannya saat mobil melaju di jalan tol.

Pada kecepatan tinggi, energi yang dibutuhkan justru lebih besar dibandingkan saat melalui jalanan perkotaan yang cenderung padat. Efisiensi mobil listrik memang menonjol pada kecepatan rendah hingga sedang.

Baca Juga: Persela Lamongan Bersiap Melawat ke Markas Kendal Tornado FC. Bertekad Tutup Kompetisi Liga Championship dengan Kemenangan

Dalam kondisi lalu lintas stop-and-go, fitur pengereman regeneratif atau regenerative braking bekerja optimal.

Sistem ini memanfaatkan momen perlambatan untuk mengubah energi kinetik menjadi listrik, yang kemudian dikembalikan sedikit demi sedikit ke dalam baterai.

Tapi, ketika kasus mobil listrik memasuki jalan tol pengendara cenderung menginjak pedal gas dalam waktu lama dengan kecepatan tinggi dan stabil.

Dalam kondisi ini, kesempatan untuk melakukan pengereman sangat minim, sehingga fitur regeneratif nyaris tidak berperan.

Aliran energi berjalan satu arah, dari baterai ke motor, tanpa ada pemulihan sama sekali.

Menurut beberapa sumber, faktor fisika yang terjadi turut menekan efisiensi baterai ketika berada di jalan tol.

Baca Juga: Mobil Tabrak Halte Bus Trans Jatim. Dishub Lamongan Tegaskan Sopir Asal Kecamatan Panceng, Gresik Harus Perbaiki Kerusakan

Hambatan aerodinamika atau gaya gesek udara melonjak signifikan seiring peningkatan kecepatan kendaraan.

Mobil listrik juga memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan mobil bensin seukurannya, lantaran membawa baterai berkapasitas besar.

Kombinasi antara bobot kendaraan yang berat dan hambatan angin yang besar memaksa motor penggerak memeras daya lebih keras untuk mempertahankan kecepatan.

Beban tersebut diprediksi akan semakin berat jika pemilik berkendara dengan kapasitas penumpang penuh atau membawa barang bawaan banyak.

Baca Juga: Pemotor yang Jambret Kakek di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan Dibekuk Petugas Kepolisian Berkat Rekaman CCTV, Berikut Kronologinya

Penggunaan sistem pendingin udara atay AC pada suhu ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin, juga turut menambah beban kerja pada baterai.

Berdasarkan pola tersebut, dapat disimpulkan bahwa mobil listrik memang menghabiskan lebih banyak energi saat digunakan di jalan tol ketimbang di jalanan perkotaan.

Meski demikian, penyebutan kata boros pada mobil listrik perlu dipahami secara relatif.

Sebesar apa pun konsumsi dayanya saat kecepatan tinggi, biaya pengisian listrik yang dikeluarkan menurut pantauan cenderung lebih rendah dibandingkan biaya pembelian bensin atau solar untuk jarak tempuh yang sama. (mgg/ind)

Editor : Indra Gunawan
#mobil listrik