RADARLAMONGAN.CO – Halaman utama Google hari ini, Rabu (5/11), tampil berbeda dari biasanya. Mesin pencari raksasa itu menampilkan ilustrasi bertema alam Indonesia—dihiasi bunga Rafflesia, burung cendrawasih, dan orangutan di tengah hutan tropis yang hijau.
Ternyata, Google sedang memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN), momen tahunan yang jatuh setiap 5 November.
Peringatan ini pertama kali ditetapkan pada tahun 1993 oleh Presiden Soeharto, melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mencintai, melindungi, dan melestarikan flora serta fauna khas Indonesia.
Kala itu, pemerintah juga memperkenalkan simbol resmi berupa puspa bangsa (melati), satwa bangsa (komodo), dan satwa pesona (elang jawa)—tiga ikon yang mewakili keindahan dan kekuatan alam nusantara.
Menariknya, penetapan tanggal 5 November bukan tanpa alasan. Tanggal ini dipilih berdekatan dengan musim penghujan di sebagian besar wilayah Indonesia, yang dianggap sebagai waktu terbaik untuk kegiatan penghijauan dan pelestarian alam.
Selain itu, bulan November juga menjadi masa berkembang biaknya banyak spesies tumbuhan dan hewan tropis.
Sayangnya, meski sudah lebih dari tiga dekade diperingati, masih banyak masyarakat yang belum memahami makna di balik HCPSN.
Banyak yang mengira hari ini hanya sebatas kampanye lingkungan, padahal tujuannya lebih luas: membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga ekosistem agar generasi mendatang tetap bisa menikmati keanekaragaman hayati Indonesia.
Google Doodle edisi kali ini menjadi pengingat penting tentang kekayaan alam Indonesia yang diakui dunia.
Lewat tampilan ilustratifnya, Google mengajak pengguna internet untuk lebih peduli pada pelestarian flora dan fauna endemik yang kini banyak terancam punah akibat deforestasi, perburuan liar, dan perubahan iklim.
Setiap tahun, peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional juga diisi dengan berbagai kegiatan lingkungan, mulai dari penanaman pohon, kampanye anti perburuan liar, hingga pameran keanekaragaman hayati di berbagai daerah.
Di beberapa sekolah, siswa diajak mengenal jenis-jenis tumbuhan dan hewan langka khas Indonesia melalui kegiatan edukatif yang interaktif.
Melalui peringatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga flora dan fauna tidak hanya berhenti pada simbol perayaan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Karena, pada akhirnya, menjaga alam sama artinya dengan menjaga kehidupan itu sendiri. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta