radarlamongan.co - jawapoaradarlamongan — Training ground di kawasan Gajahmada Lamongan kembali menjadi fokus perhatian.
Selama tiga bulan ke depan, area pusat latihan tersebut diputuskan untuk disterilkan total dari segala bentuk kegiatan.
Langkah "pengosongan" ini diambil untuk memastikan proses pemulihan kondisi lapangan berjalan maksimal tanpa gangguan aktivitas latihan rutin maupun agenda akademi mini soccer.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Lamongan, Siti Rubikah, melalui Kabid Keolahragaan, Fauzan Badri, mengatakan, seluruh kegiatan dihentikan sementara untuk pemulihan.
Menurut dia, rumput yang belum bisa diganti terus dipupuk.
Sementara lapangannya diratakan karena bergelombang.
“Kalau memang ada anggarannya nanti diupayakan rumput, sementara hanya pemeliharaan rutin dulu,” ujarnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Lamongan.
Menurut dia, struktur tanah perlu dilakukan pemolesan berkala.
Jika tidak, maka lapangan keras dan sangat berisiko ketika digunakan kompetisi maupun latihan.
Sebelumnya, ada pemberian pasir dan tanah agar merata.
Terkait penerangan, Fauzan mengatakan belum ada pengadaan.
Pihaknya akan menyesuaikan dengan kemampuan daerah.
“Intinya kita pelihara dulu semaksimal mungkin supaya bisa digunakan latihan,” terangnya.
Setelah masa pemeliharaan, training ground bisa digunakan aktivitas lagi. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma