radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Persika Karanganyar dalam tekanan.
Dua kekalahan beruntun menjadikan poin Laskar Singo Lawu tertahan di angka 6.
Padahal, Persika menjadi salah satu tim yang digadang - gadang sebagai kandidat kuat lolos dari grup C Liga 3 Nusantara 2025/2026.
Setelah dipukul Rans Nusantara FC, langkah Persika kembali terhenti usai takluk dari Persibo Bojonegoro.
Pelatih kepala Persika, Ahmad Bustomi, mengakui anak asuhnya tampil di bawah standar dan kehilangan karakter permainan yang selama ini menjadi kekuatan Singo Lawu.
‘’Secara permainan, ini bukan Persika yang biasanya. Kami tidak bermain di level kami. Wajar jika akhirnya kalah. Dua kekalahan ini sepenuhnya tanggung jawab saya,” kata mantan gelandang Persela Lamongan itu.
Poin 6 memang belum menutup Persika untuk lolos dari grup C Liga 3 Nusantara 2025/2026.
Namun, poin tersebut membuat persaingan makin ketat.
Persibo yang kalah di laga perdananya, kini poinnya sama dengan Persika.
Bahkan, Laskar Angling Dharma bisa mengungguli poin Persika bila bermain seri atau menang melawan Persinab Sang Maestro FC.
Sedangkan Rans Nusantara FC yang berada di puncak klasemen, mengantongi 7 poin.
Sama dengan Persibo, Rans Nusantara FC juga masih menyisakan satu pertandingan di putaran pertama.
Hasil buruk pada dua laga terakhir membuat Persika tak punya pilihan selain melakukan evaluasi besar - besaran.
“Semuanya dievaluasi. Bukan hanya pemain, pelatih juga. Saya pun mengoreksi diri sendiri. Semua harus introspeksi, karena perjalanan liga masih panjang,” ujar Bustomi.
“Masih ada beberapa pertandingan ke depan. Kalau tidak cepat memperbaiki diri, kami bisa hancur. Dua kekalahan ini memberi pelajaran besar,” imbuh mantan pemain timnas PSSI tersebut. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma