SEMARANG, RADARLAMONGAN.CO – Sarasehan Panser Biru di salah satu kafe di Semarang, Kamis (27/11), menjadi ajang pertama Fariz Julinar Maurisal tampil setelah mundur dari posisi CEO Persela.
Mewakili istrinya, Datu Nova Fatmawati, yang kini menjabat CEO PSIS, Fariz memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi barsama perwakilan korwil Panser Biru.
Dalam forum yang disiarkan langsung melalui akun Instagram @panserbiru2001, Fariz tampak duduk di antara istrinya, Datu Nova, serta pentolan suporter PSIS, Kepareng Wareng.
Di hadapan para suporter, Fariz memaparkan rencana ke depan dan mengisyaratkan akan terlibat aktif dalam bursa transfer yang dibuka pada Januari 2026. Pengusaha asal Lamongan itu juga memberikan sejumlah clue mengenai pemain yang tengah dibidik PSIS.
“Ada yang CLBK (cinta lama bersemi kembali). Kalau pemain asing, kemungkinan yang sudah bermain di Indonesia, mudah-mudahan ada pemain naturalisasi juga,” jelas Fariz langsung disambut tepuk tangan para suporter.
Fariz juga menyinggung rencana adanya pertemuan penting yang akan dilakukan bersama pemegang saham PSIS lainnya. Ia mengaku sudah punya rencana bertemu dengan Junianto sebagai pemegang saham minoritas PSIS, seusai pria yang akrab dipanggil Pak Antok itu kembali dari Eropa.
“Rencana sepulangnya Pak Antok dari Eropa akan ada pertemuan membahas rencana ke depan,” tambahnya.
Sejak resmi mundur dari Persela, Fariz lebih sering mendampingi Datu Nova yang kini memegang posisi strategis di PSIS.
Sementara itu, kepergian Fariz membuat sejumlah posisi manajemen Persela masih mengalami kekosongan. Berdasarkan pantauan dalam situs resmi Ileague, posisi CEO, COO, General Manager, hingga manajer tim yang sebelumnya diisi Datu Nova kini masih belum terisi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, penasihat Persela, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa pihaknya akan segera mencari pengganti untuk mengisi kekosongan struktur manajemen tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut.
Pria yang menjabat sebagai Bupati Lamongan itu juga menghargai keputusan yang diambil Fariz mundur dari posisi CEO Persela. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta