radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Nama Osas Marvelous Saha menjadi pembicaraan pecinta bola di Lamongan dan Bojonegoro.
Pemain naturalisasi yang bisa bermain gelandang dan striker itu tak menampakkan diri di Bojonegoro.
Dia dirumorkan bakal meninggalkan klub Laskar Angling Dharma yang dibelanya musim lalu.
Apalagi, jendela transfer bagi para pemain segera dibuka lagi.
Di Lamongan, para pecinta Persela berharap pemain dengan tinggi badan 180 cm itu bisa bergabung memperkuat Laskar Joko Tingkir saat jendela transfer dibuka.
Secara usia, Osas kini sudah melewati masa emasnya.
Dia kini berusia sekitar 38 tahun. Bahkan, Osas mulai memikirkan bisnis sebagai antisipasi bila dia tak bermain bola lagi.
Jawa Pos pernah menulis bisnisnya bersama eks beks Rans Nusantara Willian Correia.
Keduanya membuat bisnis di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
Namanya, The OW Cafe and Barbershop.
"Nama OW gabungan dari Osas dan Willian," katanya saat diwawancarai usai launching, Jumat (20/6).
Menurut Osas, dia membuka bisnis ini karena sesuai karakternya dan dekat dengan sepak bola.
"Karena dekat sini juga kan ada markas Persita (Tangerang) dan Dewa (United). Makanya kami di sini nonalkohol dan makanan ringan. Full buat santai saja," ujarnya.
Selain itu, ada misi lain di balik bisnis yang dibukanya itu. Dia ingin mencontohkan hal baik bagi pemain muda yang berkarir di klub hingga timnas Indonesia.
"Pemain bola bukan selama-lamanya. Kami main bola dari usia 18. Ada risiko cedera. Jadi, jangan menyesal ketika sudah punya gaji dan kontrak dan setelahnya cedera. Jadi, dari usia 17 juga sudah bisa buka usaha," ujar pemain yang turut mengantarkan Persija Jakarta meraih juara Liga 1 2018 itu.
Bek Persela Lamongan, Otavio Dutra, yang pernah bermain bersama Osas di Persibo, memberikan apresiasi.
"Ini luar biasa. Semoga sukses dan diberkati. Jadi, yang mau kopi enak bisa ke sini. Apalagi bisa ketemu pemain bola juga. Kami berharap ramai-ramai datang bertemu Osas dan semua pemain di sini," katanya. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma