Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Stadion Surajaya: Dari Jejak Sejarah Hingga Standar FIFA — Kisah Transformasi yang Membanggakan

Bachtiar Febrianto • Rabu, 6 Agustus 2025 | 18:30 WIB
MEGAH: Bagian luar Stadion Surajaya Lamongan. Sesuai SE Kemendagri, pemanfaatan stadion untuk kompetisi atau liga amatir di kabupaten/kota. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
MEGAH: Bagian luar Stadion Surajaya Lamongan. Sesuai SE Kemendagri, pemanfaatan stadion untuk kompetisi atau liga amatir di kabupaten/kota. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

RADARLAMONGAN.CO, JAWAPOS.COM — Stadion Surajaya di Desa Deket, pinggir jalan nasional Pantura Surabaya–Tuban, muncul kembali sebagai ikon kebanggaan Lamongan.

Stadion yang sejak 1967 menjadi markas Persela Lamongan dengan kapasitas awal hanya sekitar 12.097 penonton baru saja menyelesaikan transformasi total berstandar FIFA.

Di balik megahnya bangunan baru tersimpan kisah panjang dan rencana strategis selama hampir enam dekade.

Awal Berdiri & Identitas Lamongan

SStadion Surajaya dibangun dan dibuka pada tahun 1967, tak lama setelah kelahiran Persela Lamongan pada 18 April 1967. Kapasitas awal mencapai lebih dari 12 ribu penonton, menjadikannya simbol semangat sepak bola di kota pesisir itu. Sepanjang puluhan tahun, stadion ini menjadi saksi perjalanan Persela di berbagai kompetisi nasional.

Perencanaan Ulang Total — Desember 2023

Kementerian PUPR melakukan pemaparan rancangan revitalisasi Stadion Surajaya di aula Pemkab Lamongan pada 15 Desember 2023. Direncanakan sebagai pembangunan ulang total — bukan sekadar renovasi—dengan kapasitas penonton menjadi 12.097 single seat, penerangan 1.500 lux, rumput standar FIFA (jenis Zoysia Matrella), dan waktu evakuasi setiap sektor maksimum tujuh menit sesuai regulasi keamanan FIFA. Anggaran sekita Rp 200 miliar lebih dan durasi pelaksanaan diproyeksikan 13 bulan.

Groundbreaking & Proses Konstruksi

Upacara groundbreaking dilaksanakan pada 27 Februari 2024, dipimpin langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak Yes) sebagai tonggak dimulainya pekerjaan konstruksi besar-besaran Stadion Surajaya. Dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung), pembangunan fokus pada struktur stadion dan area pendukung seperti landscape, parkir, keamanan penonton, dan fasilitas komersial sekitar stadion.

Spesifikasi & Fasilitas Lengkap

Pada awal 2025, kondisi fisik stadion telah mencapai 98% dan selesai 100% menjelang akhir Januari 2025. Luas lahan mencapai 53.144 m², dengan luas bangunan utama 14.673 m². Total kursi sebanyak 11.214 single seat, terdiri dari 114 VVIP, 454 VIP, 10.612 kursi reguler, dan 34 untuk difabel.

Fasilitas tambahan mencakup empat ruang ganti (pemain, pelatih, pijat), 3 toilet pria, 13 wanita, 6 VIP, 2 difabel; 12 musala; ground water tank 100 m³; dan genset 250 kVA.

Sertifikasi FIFA & Soft Opening

Pada Desember 2024, tim teknis dari FIFA bersama PSSI memverifikasi kondisi stadion—drainase, keamanan, desain, dan tata letak penonton—dan menyatakan sudah memenuhi standar FIFA, meskipun masih ada masukan penyempurnaan pengawasan CCTV dan ruang kontrol.

Soft Opening berlangsung meriah pada 9 Mei 2025, ditandai senam massal warga dan pertandingan “Fun Football” antara Pemkab Lamongan dan Kodim 0812. Acara dihadiri Forkopimda, Bupati, para pejabat, hingga manajemen Persela.

Peresmian oleh Presiden

Pada 17 Maret 2025, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Stadion Surajaya secara virtual bersama 17 stadion lain dalam program nasional reformasi stadion. Surajaya menjadi satu-satunya yang dibangun dari nol, dengan total anggaran Rp 281,36 miliar, dan resmi diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Dampak & Harapan Masa Depan

Menurut Dispora dan DPRD Lamongan, biaya operasional stadion diperkirakan mencapai Rp 150 juta per bulan untuk listrik, air, kebersihan, dan perawatan rumput — yang direncanakan dialokasikan lewat APBD per Agustus 2025.

Bupati berharap stadion ini tak hanya menjadi markas Persela, tapi juga pusat kegiatan olahraga prestasi pemuda di berbagai cabang, sekaligus magnet ekonomi lokal melalui event dan kegiatan masyarakat.

Dengan kekayaan sejarah sejak 1967 dan transformasi total pada 2024–2025, Stadion Surajaya kini tidak hanya menjadi markas baru Persela Lamongan, tetapi juga simbol kejayaan olahraga Lamongan dan upaya profesionalisasi infrastruktur olahraga nasional.(feb)

Editor : Anjar D. Pradipta
#lamongan #persela #stadion surajaya