LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Target pendapatan asli daerah (PAD) dari Sport Center Lamongan (SCL) dan Stadion Surajaya tak akan digabung lagi. Sebab, realisasi dua fasilitas olahraga ini diharapkan bisa meningkat setelah dipisah. SCL tahun ini ditarget Rp 100 juta, serta Stadion Surajaya ditarget Rp 75 juta.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi mengatakan, untuk stadion karena masih baru dan kompetisi belum dimulai, maka target yang dibebankan tidak terlalu tinggi.
‘’Kita berharap realisasi bisa lebih, jadi target akan naik berkala,’’ ujarnya.
Dia menjelaskan, stadion yang menjadi homebase Persela tersebut baru terealisasi 30 persen atau Rp 21 juta. Menurut dia, realisasi masih sedikit karena stadion baru saja diresmikan, serta secara pengelolaan juga baru dialihkan.
Erwin menuturkan, bangunan dan fasilitas yang lebih baik membuat biaya sewa stadion juga naik. Sehingga untuk realisasi, pihaknya optimistis bisa melebihi target.
Saat ini, karena kompetisi liga belum jalan maka stadion hanya digunakan fun football. Namun harapannya seluruh penyewa dan masyarakat bisa menjaga aset sekaligus ikon Lamongan ini.
‘’Kita juga butuh untuk pemeliharaan yang sangat tinggi, jadi mohon agar masyarakat ikut menjaga stadion sebaik-baiknya,’’ imbuhnya.
Erwin tidak menyebut nominal pasti untuk sewa stadion maupun SCL, tapi semuanya sudah ada payung hukumnya terkait tarif yang diberlakukan. ‘’Kalau stadion pastinya naik karena perawatan tinggi,’’ pungkasnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta