Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Prestasi Lamongan di Porprov Terus Melorot dan Tak Mampu Penuhi Target

Rika Ratmawati • Senin, 7 Juli 2025 | 17:53 WIB

 

Grafik Kontingen Lamongan terus menurun tiap gelaran porprov jatim
Grafik Kontingen Lamongan terus menurun tiap gelaran porprov jatim

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO– Porprov ke-IX yang dihelat di Malang Raya resmi berakhir. Kontingen Lamongan gagal merealisasikan target, yakni hanya berada diperingkat ke-21 dengan 10 emas, 14 perak, dan 36 perunggu. 

Selain itu, Lamongan terus mengalami kemerosotan prestasi, dalam empat kali event Porprov Jatim selama enam tahun terakhir (selengkapnya lihat grafis). Bahkan klasemen tersebut jauh di bawah kabupaten tetangga. 

Meliputi Kota Mojokerto diperingkat sembilan, Kabupaten Mojokerto diperingkat ke-12, Jombang diperingkat ke-13, Tuban diperingkat ke-16, dan Bojonegoro diperingkat ke-18.   

Sekretaris Komisi D DPRD Lamongan, Ali Mahfudl meminta Dispora dan KONI Lamongan harus banyak belajar dari kekurangan ini.

‘’Dan ini tentu sangat diperlukan kerja keras,’’ ujar politisi F-PAN tersebut. ‘’Nanti akan dievaluasi bersamaan dengan pembahasan P-ABPD Hari Jumat dan Sabtu,’’ sambungnya.

Anggota Komisi D DRPD Lamongan, Saifuddin Zuhri menyayangkan adanya penurunan prestasi hingga gagal merealisasikan target pada Porprov tahun ini.

‘’Seharusnya jangan sampai mengalami penurunan prestasi, bahkan kemunduran prestasi, minimal bertahan,’’ ucapnya kecewa. 

Saifuddin bakal berkoordinasi ke Komisi D untuk mengusulkan pemanggilan ke pihak KONI Lamongan. Sehingga nantinya bisa dimintai keterangan terkait kendala, yang menyebabkan prestasi Kabupaten Lamongan terus menurun di Porprov Jatim. 

‘’Kalau saya sepakat lebih baik dipanggil. Nanti ditanyakan kendalanya dimana, problem dimana, kenapa terjadi penurunan prestasi. Kalau alasannya uang, kita cari solusi bareng,’’ ujarnya.

Politisi F-PKB tersebut berharap ke depan yang menangani KONI dari pihak yang benar-benar sesuai keahliannya, yakni dari pegiat olahraga.

‘’Jadi menempatkan sesuai keahliannya,’’ pinta Saifuddin.

Sumber internal menyebut, hibah untuk kegiatan pembinaan KONI Lamongan naik, dari sebelumnya Rp 1 miliar menjadi Rp 2,5 miliar. Ketua Umum KONI Lamongan, Hery Pranoto mengaku sudah berusaha maksimal. 

Menurut dia, atlet bekerja sangat keras, tapi belum bisa memberikan hasil sesuai dengan harapan. Targetnya minimal sama dengan tahun lalu, tapi ternyata turun. Sebab cabor andalan belum bisa maksimal, seperti petanque, aeromodeling, catur. 

Selain itu, Kabupaten Lamongan tidak memiliki cabor potensial, seperti angkat besi. Karena tidak ada atlet dan juga belum punya sarana prasarana.

‘’Kita lihat Bojonegoro dan Tuban, perolehan emasnya terbantu satu cabor itu, yang akhirnya menggeser posisi kita,’’ terangnya. 

Hery mengakui masih banyak kelemahan, yang membuat Lamongan belum bisa bersaing sepuluh besar.  Mulai minimnya atlet hinga pelatih yang kurang, karena masih mengandalkan lokal dan belum semua berlisensi. 

Hery berharap dua tahun ini akan menjadi kesempatan untuk berbenah, yakni cabor yang tidak potensial akan dievaluasi.

‘’Sekarang justru cabor baru mulai mewarnai dan menambah perolehan medali, dan kita harus memperbanyak turnamen lokal,’’ imbuhnya. 

Ketua Kontingen Kabupaten Lamongan, Safiudin menambahkan, hasil Porprov Jatim tahun ini secara poin naik menjadi 104 poin. Namun peringkatnya menurun, sehingga harus dilakukan sejumlah evaluasi. 

Seperti persiapan puslat atau TC lebih dimaksimalkan lagi, selektif memberangkatkan atlet yang berpeluang mendapatkan medali, dan membentuk cabor baru. 

‘’Kita harus berbenah agar prestasi Porprov X meningkat,’’ ucapnya. (sip/rka/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#Porprov Jatim #dprd lamongan #bojonegoro #lamongan #tuban #koni lamongan