Radarlamongan.co - Komite Banding PSSI memutuskan dan menetapkan telah menolak permohonan banding yang diajukan oleh Panitia Pelaksana Pertandingan Persela Lamongan.
Melalui akun Instagram resmi tim Persela @Perselafc, surat hasil putusan komite banding PSSI diunggah pada hari Minggu (9/3).
Diberitakan sebelumnya, Komdis PSSI menghukum tim Persela dengan larangan kehadiran suporter selama satu musim karena terjadi aksi kericuhan dan pengerusakan stadion saat tim Persela menjamu Persijap Jepara di Stadion Tuban Sport Center (17/2), dalam lanjutan babak 8 besar Liga 2 musim 2024-2025.
Usai menerima hukuman, manajemen Persela mencoba berupaya untuk mengajukan banding kepada Komite Banding PSSI.
Namun, upaya manajemen Persela mengajukan banding untuk memperingan hukuman berakhir sia-sia.
Hasil sidang komite banding PSSI tetap sama, menghukum tim Persela larangan kehadiran suporter selama satu musim.
Terdapat beberapa poin pertimbang yang memberatkan hukuman Komdis PSSI kepada Persela.
Salah satu diantaranya yang tertulis di dalam surat tersebut ialah, kerusuhan yang terjadi menunjukkan Panitia Pelaksana Pertandingan Persela Lamongan kurang memahami hakekat program PSSI yang sedang dalam masa transformasi dengan masa pengawasan FIFA.
Selain itu Panpel Persela juga dianggap mengulang pelanggaran sejenis berdasarkan keputusan Komisi Disiplin PSSI.
Menanggapi hal tersebut Panpel Persela berharap keputusan ini menjadi pembelajaran bagi semua elemen suporter Persela.
"Sebuah pembelajaran dan pukulan besar bagi para suporter akan adanya putusan komdis semacam ini," ujar Mahfud Safi'i selaku ketua Panpel Persela.
Pria yang akrab dipanggil Lepok tersebut, menyayangkan aksi yang dilakukan oleh oknum suporter yang mengakibatkan kericuhan di Stadion Tuban Sport Center.
"Kalau cinta Persela tidak seperti itu caranya, ini jelas kerugikan besar terhadap klub Persela," Ungkapnya.
Dia berharap suporter yang melakukan aksi anarkis segera taubat dan menyesali perbuatan yang telah merugikan tim Persela.
"Semoga suporter yang anarkis segera taubat minta ampun kepada Allah, mumpung ini masih bulan ramadan," Tambahnya.
Dengan resminya hukuman yang diditerima oleh Persela, secara otomatis Stadion Surajaya yang baru selesai direnovasi total oleh Kementerian PU belum bisa dihadiri oleh pendukung tim berjuluk Laskar Joko Tingkir selama satu musim.
Hukuman dari PSSI yang diterima oleh tim Persela tersebut berlaku mulai bergulirnya kompetisi Liga 2 musim depan. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta