LAMONGAN, Radarlamongan.co - Pembangunan Lamongan hampir rampung. Saat ini hanya tersisa pemeliharaan dan finishing, salah satunya taman di halaman stadion.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi mengaku, pihaknya masih menunggu dari pihak kementerian, terkait dengan mekanisme pemeliharaan agar disesuaikan dengan standar operasional prosedur (SOP).
Dispora Lamongan sudah melakukan perhitungan kasar estimasi anggaran pemeliharaan keseluruhan sekitar Rp 200 juta per bulan.
Sebab ada beberapa item yang harus dilakukan pemeliharaan berkala. Seperti rumput, yang nantinya tetap menggandeng pihak ketiga.
Kemudian lampu, perangkat elektronik, biaya listrik, dan masih banyak lagi.
Menurut dia, pemeliharaan paling besar kemungkinan di rumput, yakni penyiraman harus membeli air dari luar. Sebab tandon saja tidak akan cukup.
Untuk pemeliharaan gedung karena masih baru, kemungkinan sifatnya ringan. Namun, semua item akan diperhatikan, sebab stadion ini berstandar internasional. Sehingga harus disesuaikan dengan prosedur yang tepat.
‘’Kalau dulu satu tahun hanya Rp 200 juta sebelum dibongkar, sekarang stadionnya bagus, jadi pemeliharaan harus disesuaikan,” terang Erwin.
Saat ini pihaknya belum membahas lebih detail, karena masih menunggu serah terima dari kementerian. Sementara masih sebatas persiapan SDM untuk mengelola perangkat elektronik.
‘’Sampai Januari masih ikut kementerian, karena ada pekerjaan yang harus dituntaskan, selanjutnya kami menunggu instruksi pusat,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Moh. Nalikan menuturkan, seluruh tahapan pembangunan Stadion Surajaya disesuaikan dengan standar terbaik.
Serta bersamaan dengan pembangunan jalur linkar utara (JLU), yang diharapkan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat Lamongan.
‘’Pemerintah akan mempersiapkan anggaran sesuai dengan standar pemeliharaan, dan kami masih menunggu semua proses selesai dan serah terima,” tukasnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta