Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Djanur Musim Lalu Moncer di Persela, Klub Liga 2 yang Ditangani Musim Ini Kesulitan Finansial, Posisi di Klasemen Kritis

Arya Nata Kesuma • Selasa, 8 Oktober 2024 | 23:42 WIB

 

MONCER SAAT DI PERSELA : Djanur saat menukangi Persela di liga 2 tahun lalu, tahun ini bersama Persikabo 1973 masih berada di zona degradasi. (Anjar D Pradipta/Radar Lamongan)
MONCER SAAT DI PERSELA : Djanur saat menukangi Persela di liga 2 tahun lalu, tahun ini bersama Persikabo 1973 masih berada di zona degradasi. (Anjar D Pradipta/Radar Lamongan)

radarlamongan.jawapos.com, Bogor – Kiprah Djajang Nurjaman di Liga 2 musim ini kontradiktif dengan musim lalu.

Bersama Persela Lamongan musim lalu, pelatih yang akrab disapa Djanur itu berhasil membawa tim Laskar Joko Tingkir di papan atas Liga 2 grup C.

Enam pertandingan awal dilalui Djanur dengan raihan 15 poin.

Persijap Jepara dikalahkan dengan dua gol tanpa balas.

PSCS Cilacap dan Gresik United ditundukkan dengan skor 1 -0.

Selanjutnya, Deltras Sidoarjo juga dikalahkan dengan skor 1 -0.

Serta tuan rumah Persipa Pati dibungkam dengan skor 2 -3.

Satu – satunya kekalahan Persela waktu itu saat bermain di kandang Persekat Tegal.

Musim 2024 – 2025 ini, mantan pelatih Persib Bandung itu menangani Persikabo 1973 Bogor.

Kondisi tim yang ditanganinya dalam posisi sulit.

Persikabo baru memetik satu kemenangan dari enam laga yang sudah dilaluinya.

Lima laga lainnya berakhir dengan kekalahan.

Terakhir, saat away ke markas Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring, Palembang, Minggu (6/10) sore.

Laskar Padjadjaran, julukan Persikabo 1973, dilumat tuan rumah dengan skor telak 5-1.

Sebelumnya, Persikabo 1973 dikalahkan PSPS Riau dengan skor 3-1, takluk dari tamunya Persiraja Banda Aceh dengan skor 4-2.

Kemudian, menelan kekalahan saat bertandang ke kandang PSMS Medan dengan skor 4-1, serta kalah di laga pembuka 1-2 atas Persikota Tangerang.

Satu – satunya kemenangan diraih Persikabo 1973 saat menjamu Dejan FC dengan skor 5-1.

Dengan hasil tersebut, Persikabo 1973 harus rela berada di dasar jurang klasemen sementara Grup A Pegadaian Liga 2 dengan tiga poin.

Produktivitas golnya,  mencetak 11 gol dan 20 kali kebobolan.

Dilansir dari Radar Bogor, berhembus kabar bahwa lima kali kekalahan tersebut dipengaruhi kondisi keuangan klub.

Sudah dua bulan pelatih dan para pemain belum menerima transferan gaji di rekening mereka.

Hal itu disuarakan kelompok suporter Persikabo, UPCS di tribun utara Pakansari saat laga melawan Persikota.

Dengan kompak, mereka meneriakkan yel-yel agar gaji pemain dibayar.

Sementara Djanur juga seolah memberi tanda bahwa kondisi tim yang ditanganinya benar-benar dilanda kesulitan.

“Kami tidak puas dengan materi pemain yang ada. Inginnya di putaran kedua bisa ganti pemain. Itupun kalau rezekinya ada,” ujarnya kepada awak media usai laga melawan Persikota.

Prihatin dengan kondisi yang terjadi, aksi penggalangan dana dilakukan oleh masyarakat yang peduli terhadap Persikabo 1973 dalam pamflet digital yang disebar di grup-grup WhatsApp.

Kegiatan ini untuk menyelamatkan Persikabo 1973 maupun pelatih, staf kepelatihan dan pemain yang sedang berjuang demi martabat Kabupaten Bogor . 

“Tidak ada perayaan pertandingan yang setara dengan keringat yang belum dibayarkan haknya,” bunyi kutipan di pamflet tersebut.

 “Poin yang paling krusial yaitu menghindari Persikabo 1973 didiskualifikasi dari Liga 2 karena ketidaksanggupan melanjutkan laga akibat kondisi memburuknya finansial,” tulis keterangan dalam pamflet digital. (*)

Editor : Arya Nata Kesuma
#krisis finansial #persela #Persikabo 1973 #djanur