Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Shohihatun, S.Pd Ingin Sediakan Makanan Ringan Sendiri 

Ahmad Asif Alafi • Senin, 4 Mei 2026 | 20:34 WIB
Shohihatun, S.Pd (Istimewa)
Shohihatun, S.Pd (Istimewa)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Shohihatun, S.Pd selalu memerhatikan selera anak — anaknya saat makan.

Dia sering memasak olahan ikan seperti pepes pindang, penyetan mujair atau lele, dan cumi bumbu hitam karena anak - anaknya gemar makan ikan.

"Kesan masak ini, ternyata lebih mudah menyusun rencana pembelajaran daripada memasak,” ujar Sie Bidang Pendidikan dan Kompetensi di IGTKI kabupaten Lamongan ini sambil tersenyum.

Baca Juga: Awal dan Akhiri Karir di Persibo Bojonegoro, Mantan Striker Persela Lamongan Putuskan Gantung Sepatu, Fokusnya Jadi Pelatih

Shohi berencana menambah keterampilan memasaknya dengan membuat kue dan camilan.

Dia berharap bisa menyediakan makanan ringan sendiri tanpa harus membeli.

“Biar kalau ingin ngemil, tidak perlu beli,” kata wakil sekretaris PAC Fatayat NU Turi ini.

Di dunia pendidikan, Shohi berkomitmen menjalankan tugasnya dengan penuh semangat, meskipun sarana dan prasarana belum sepenuhnya memadai.

"Lembaga kecil bukan berarti tidak dapat berkontribusi besar. Karena dari ruang kelas kami yang sederhana, kami bisa berinteraksi dengan lebih hangat, perhatian pada anak lebih personal dan ruh pendidikan lebih terasa,” tutur kepala TK Asy Syafiiyah Pomahanjanggan ini. 

"Kami akan tetap kuat, tetap semangat, dan melangkah dengan semangat,” imbuh wakil ketua IGTKI Kecamatan Turi tersebut.

Shohi mengatakan, guru dan orang tua sejatinya merupakan dua sayap bagi anak.

Ketika keduanya tidak berjalan seiring, anak justru menjadi pihak yang paling terdampak. Sebagian orang tua saat ini cenderung menuntut pembelajaran di TK menyerupai sekolah dasar dengan fokus pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) secara formal.

Padahal di lembaganya, pengenalan calistung tetap dilakukan dengan metode bermain agar anak tidak merasa terbebani.

"Kami para guru di lembaga selalu mengenalkan anak dengan calistung, namun dengan metode bermain yang menyenangkan bagi anak agar mereka tak bosan,” ujarnya. (sip/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#Guru tk #Sosok #IGTKI Kabupaten Lamongan