LAMONGAN, Radar Lamongan - Lahir dari keluarga pendidik dan pengusaha, Fariz Julinar Maurisal tumbuh menjadi seorang enterpreneur. Kesuksesannya dalam bidang entrepreneur diapresiasi dengan penghargaan Jawa Pos Radar Bojonegoro Awards 2024, kategori ekonomi dan entrepreneur.
Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jawa Pos Radar Bojonegoro, Bachtiar Febrianto saat malam puncak Jawa Pos Radar Bojonegoro Awards, Sabtu (2/8), di Ballroom Andrawina Aston Hotel Bojonegoro.
Ketertarikannya dalam dunia bisnis sudah mulai muncul saat masih remaja. Mengambil jurusan manajemen ekonomi di IPB, Fariz merintis usaha kecil-kecilan saat menjadi mahasiswa.
‘’Dulu saya beli snack grosiran, lalu saya kemas, saya titipkan di kantin asrama kampus, dan Alhamdulillah laku,’’ kenang Fariz sambil tersenyum.
Setelah lulus kuliah, Fariz mulai terlibat di Lyly Bakery, usaha yang dirintis keluarganya pada Tahun 2004.
Fariz akhirnya memutuskan mendirikan rumah produksi sendiri di Kecamatan Babat. Hingga sekarang ada 17 cabang Lyly Bakery yang manajemennya dipegang Fariz.
Sukses dengan Lyly Bakery, Fariz mengibarkan sayap di dunia perkopian dengan mendirikan bisnis Belikopi pada Tahun 2019.
Cabang pertama Belikopi berada di Lamongan. Sukses dengan cabang pertamanya, Fariz tancap gas membuka cabang- cabang baru. Kini brand belikopi semakin berkibar.
‘’Belikopi tidak besar secara instan, dimulai dengan satu cabang, kemudian membuka beberapa cabang lagi. Sudah 162 cabang Belikopi berdiri dan tersebar di seluruh Jawa dan Bali,’’ terang Fariz.
Fariz berharap kedepan bisa membuka lebih banyak cabang. Dia menargetkan, sampai akhir tahun ini bisa membuka 190 cabang. Tidak hanya Jawa dan bali tapi seluruh Indonesia.
‘’Semakin banyak cabang, harapannya akan semakin banyak membuka lapangan kerja, dan bisa memberi manfaat untuk lebih banyak orang,’’ ucap Fariz.
Fariz berpesan pada generasi muda yang ingin terjun ke dunia entrepreneur agar lebih fokus dan konsisten.
‘’Biar sukses harus fokus dan konsisten. Anak-anak muda ini idenya bagus-bagus, tapi biasanya tidak konsisten dalam implementasinya, kadang goyah,’’ ujar Fariz.
‘’Belikopi pun sama, dimulai buka dari satu cabang dulu, berjalan tiga bulan, baru buka cabang lagi, tidak buka langsung ratusan,’’ sambungnya.
Tidak cukup di bidang food and beverages, Fariz berencana mengembangkan bisnisnya ke bidang lain.
Minggu lalu Presiden Persela FC itu menandatangani kerjasama hotel manajemen dengan Azana Boutique Hotel di Lamongan. Dari sekian banyaknya usaha yang dijalankan, Fariz memiliki 1.300 karyawan. (mer/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta