Mimpi Siswa SMKN 1 Lamongan Menembus Asian WorldSkills Buat Terobosan Inovasi Hemat Listrik

Rika Ratmawati • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 08:49 WIB
MEMBANGGAKAN: Achmad Bagus Nasyra berkalung medali yang diraihnya dari even LKS tingkat nasional. (Istimewa/Radar Lamongan)
MEMBANGGAKAN: Achmad Bagus Nasyra berkalung medali yang diraihnya dari even LKS tingkat nasional. (Istimewa/Radar Lamongan)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Meraih medali emas dalam even LKS tingkat nasional mengantarkan Achmad Bagus Nasyra meraih tiket untuk bersaing mengikuti kejuaraan tingkat Asia. 

 

RIKA RATMAWATI, Radar Lamongan 

 

Pelajar SMKN 1 Lamongan tersebut baru saja menuntaskan dahaga prestasinya. Medali emas Lomba Kompetensi Siswa (LKS) di panggung nasional bidang Teknik Tata Udara dan Pendinginan.

Namun, medali yang berkilat tersebut tak lantas membuatnya berpuas diri. Itu hanyalah cermin pantulan dari ambisi yang lebih luas: menggenggam tiket menuju Asian WorldSkills Competition.

Baca Juga: Ridho Guntur Setiawan Raih Medali Perak di IMC 2026

Di bawah supervisi telaten Teguh Purwanto, sang guru pembimbing, Achmad Bagus Nasyra memoles alat ciptaannya. Karyanya terbilang terobosan.

Bukan sekadar pendingin biasa, rakitan ini dirancang efisien dan hemat daya, bahkan berpotensi dipatenkan. Uniknya, satu unit sistem mampu menjalankan dua fungsi berlawanan sekaligus secara simultan: membekukan air di satu sisi, dan memancarkan kalor untuk memanaskan air di sisi lainnya. “Semoga bisa lolos dan membawa harum nama Lamongan,” harapnya. 

Langkah menuju panggung Asia tentu bukan sekadar membalik telapak tangan. Dalam test project trainer heat and cooling system berbasis standar WorldSkills Occupational Standards (WSOS), detail adalah napas utama. Penilaian tak cuma menitikberatkan pada manajemen kerja dan efisiensi, juga ketajaman interpersonal skills, kepresisian membaca desain refrigerasi, hingga tahap krusial commissioning systems guna memastikan mesin bekerja optimal, aman, serta ramah lingkungan.

Baca Juga: Atlet Karate Lamongan Boyong Enam Medali Emas dari Kejuaraan di Kota Mojokerto

Di balik kesuksesan alat tersebut, ada jejak keringat selama satu tahun penuh. Fase trial and error seakan menjadi santapan harian. Bagus teringat, inspirasinya membumbung setelah melihat jejak kakak tingkatnya yang lebih dulu menembus panggung kompetisi tingkat Asia. Rasa penasaran itu kemudian menjelma jadi candu. Semakin rumit rumusan teknisnya, semakin membara semangatnya untuk menaklukkan.

“Alhamdulillah, saya didampingi guru dan mendapat dukungan penuh dari lembaga juga orang tua,” tutur pelajar kelas XII itu. 

Kini, Bagus terus melipatgandakan porsi latihannya. Lawannya bukan lagi kawan sekota. Bekal alat yang mumpuni saja tak cukup; fisik dan mental setajam baja mutlak diperlukan. (*/yan) 

 

Editor : Arya Nata Kesuma
Asian WorldSkills Competition lks tingkat nasional medali emas inovasi SMKN 1 Lamongan