radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Sitem penerimaan murid baru (SPMB) SMP negeri jalur domisili di Lamongan berakhir Jum'at kemarin (5/6).
Pendaftar di SMP - SMP negeri favorit dipastikan ada yang tercoret.
Sebab, lembaga — lembaga tersebut sudah kelebihan kuota.
Tim desk SPMB SMPN 2 Lamongan, Chanifuddin Fanani, mengatakan, kamis siang (4/6), jumlah pendaftarnya mencapai 268 murid. Sebagian pendaftar itu belum tervalidasi. Statusnya ada yang menunggu dan dalam koreksi.
Kuota jalur domisili di SMPN 2 Lamongan hanya 144 murid. Sehingga, meski data calon murid baru sudah divalidasi, bukan berarti mereka langsung diterima. Posisi mereka tetap bisa bergeser karena pertimbangan domisili jarak paling dekat. Validasi dilakukan untuk memastikan berkas yang diunggah sudah sesuai.
Menurut dia, sebagian besar pendaftar warga asli Kecamatan Lamongan. Berdasarkan pantauan tim desk, , ada pendaftar yang jaraknya mencapai 3 kilometer (km).
“Biasanya mereka mencoba keberuntungan, tapi tetap ada pilihan kedua yang dekat rumahnya,” ujarnya.
Sementara itu, Tim Helpdesk SMPN 1 Lamongan, Edy Susanto, mengatakan, animo pendaftar sejak hari pertama sudah membludak.
Pendaftaran jalur domisili semuanya full online. Calon siswa bisa melakukan pendaftaran secara mandiri di rumah.
Kuotanya 150 siswa dan pendaftar hingga sore 176 murid. Jarak paling dekat hingga kemarin terdata 74.44 meter. “Data masih terus berubah dan terakhir hari ini (5/6),” terangnya.
Kabid SMP Dinas Pendidikan Lamongan, Nunggal Isbandi, berharap orang tua terus memantau perkembangan anaknya karena pendaftaran full online.
Orang tua harus memantau perkembangan peringkat anaknya. Jika rankingnya tergeser keluar, maka segera cabut berkas dan mendaftar ke sekolah tujuan lain.
Berkas bisa dicabut melalui dinas atau operator lembaga. Sedangkan untuk pendaftar yang sudah memilih dua lembaga, maka tidak perlu dicabut. “Kecuali pindah dari pilihan dua, harus dicabut berkasnya,”jelasnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma